Pembinaan rohani melalui Pondok Kasih Agama Kristen berlangsung di SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya pada 26–27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan iman sekaligus penanaman nilai toleransi di lingkungan sekolah yang majemuk.
Kristiani Yanti Kana, S.Th., S.S., S.Pd., M.Pd., Guru Pendidikan Agama Kristen Protestan SMATAG Surabaya, menjelaskan bahwa Pondok Kasih Agama Kristen bertujuan meningkatkan iman kepada Tuhan Yesus, membentuk karakter Kristus yang berintegritas, serta memupuk kasih persaudaraan di antara siswa.
“Kami berharap melalui kegiatan ini lahir remaja Kristen yang mengasihi Tuhan Yesus sepanjang hayat, hidup dalam kebenaran, dan memiliki integritas sebagai pribadi orang percaya,” ujarnya
Pada hari pertama, Kamis (26/2), kegiatan mengangkat tema Remaja Kristen yang Hidup dalam Kebenaran dengan landasan Yohanes 14:6 yang menegaskan bahwa Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Melalui materi ini, siswa diajak memahami bahwa kebenaran bukanlah sesuatu yang relatif, melainkan bersumber dari firman Tuhan. Mereka juga didorong berani bersikap jujur, menjaga kekudusan, serta tidak mudah terpengaruh arus pergaulan maupun tekanan media sosial.
Kegiatan berlanjut pada hari kedua, Jumat (27/2), dengan tema Integritas sebagai Pribadi Orang Percaya berdasarkan Filipi 2:5–11. Siswa dibekali pemahaman tentang pentingnya karakter Kristus, kerendahan hati, sikap rela berkorban, serta motivasi hidup yang murni untuk memuliakan Tuhan. Integritas ditekankan sebagai keselarasan antara ucapan dan tindakan yang dijalankan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan Pondok Kasih Agama Kristen ini sekaligus menjadi momentum menumbuhkan sikap saling menghormati antarumat beragama di SMATAG Surabaya. Siswa tetap mengikuti pembinaan rohani dengan penuh rasa hormat dan kebersamaan, mencerminkan kehidupan sekolah yang inklusif. (Boby)