Beragam penampilan ekstrakurikuler mewarnai penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya, Jumat (17/7/2026).
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik baru diajak mengenal berbagai organisasi dan kegiatan nonakademik yang dapat menjadi wadah pengembangan minat, bakat, serta karakter selama menempuh pendidikan di SMPTAG Surabaya.
Suasana antusias terlihat sejak kegiatan dimulai. Peserta didik baru tampak memenuhi area kegiatan untuk menyaksikan penampilan dari sejumlah ekstrakurikuler sekolah.
Berbagai ekstrakurikuler turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pramuka, Tari Tradisional, Tari Modern, Paskibra, Basket, Futsal, dan Band. Setiap ekstrakurikuler menampilkan ciri khas masing-masing sebagai gambaran aktivitas yang dapat diikuti siswa selama bersekolah.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari ekstrakurikuler Paskibra. Melalui demonstrasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), para anggota menunjukkan kekompakan, ketegasan, dan kedisiplinan hasil latihan yang telah dipersiapkan selama sekitar dua minggu.
Anggota Paskibra SMPTAG Surabaya, Anora Maureen Payansia, mengatakan penampilan tersebut merupakan hasil latihan rutin bersama seluruh anggota sebelum tampil dalam demo ekstrakurikuler.
“Kami melakukan persiapan dan latihan secara rutin selama kurang lebih dua minggu sebelum tampil pada kegiatan demo ekstrakurikuler ini,” ujarnya.
Menurut Anora, demonstrasi PBB tidak hanya bertujuan menunjukkan kemampuan anggota Paskibra. Penampilan tersebut juga menjadi cara untuk memperkenalkan nilai-nilai yang dikembangkan dalam kegiatan Paskibra, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.
Ia berharap penampilan itu mampu menarik minat peserta didik baru untuk bergabung dengan Paskibra sekaligus mendukung regenerasi organisasi di SMPTAG Surabaya.
“Saya berharap penampilan kami dapat menarik minat peserta didik baru untuk bergabung dengan ekstrakurikuler Paskibra. Semoga kegiatan ini juga dapat terus dilestarikan dan menjadi wadah bagi siswa untuk belajar kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama,” tuturnya.
Demo ekstrakurikuler tersebut mendapat sambutan positif dari peserta didik baru. Daniel Laksamana, peserta didik baru asal SDK Santa Katarina, mengaku kegiatan itu menjadi salah satu momen paling berkesan selama mengikuti MPLS.
“Menurut saya, kegiatan MPLS di SMPTAG sangat seru. Selama mengikuti kegiatan ini, saya bisa berkenalan dengan banyak teman baru dan suasananya sangat menyenangkan,” katanya.
Daniel menilai demo ekstrakurikuler membantunya mengenal berbagai kegiatan sekolah sebelum menentukan pilihan ekstrakurikuler yang ingin diikuti.
“Kegiatan yang paling berkesan bagi saya adalah demo ekstrakurikuler. Saya merasa kegiatan tersebut sangat seru karena bisa melihat berbagai penampilan dari masing-masing ekstrakurikuler sekaligus mengenal aktivitas yang ada di sekolah,” tambahnya.
Demo ekstrakurikuler menjadi penutup rangkaian MPLS SMPTAG 2026. Kegiatan ini sekaligus memberi gambaran kepada peserta didik baru bahwa proses belajar di sekolah tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan nonakademik yang dapat mengembangkan potensi, karakter, dan kemampuan bekerja sama. (Dini)