Disertasi Doktor Untag Ungkap Strategi Tingkatkan Daya Saing UKM Daerah Berau

  • 16 Desember 2025
  • 2876

Upaya memperkuat kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kembali mendapat sorotan melalui penelitian disertasi Rita Noratni, SE., MAP. Ia resmi meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) dengan predikat cumlaude dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, setelah menuntaskan penelitian yang mengkaji faktor-faktor penentu daya saing UKM di daerah.

Disertasi berjudul “Pengaruh Modal Usaha, Inovasi dan Orientasi Pasar terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui Keunggulan Bersaing dan Dukungan Pemerintah sebagai Variabel Moderasi pada UKM di Kabupaten Berau Kalimantan Timur”, ini mengulas secara mendalam strategi internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan UKM.

Penelitian tersebut berangkat dari realitas bahwa UKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pendapatan. Sejak masa awal kemerdekaan hingga era reformasi, pemerintah terus mendorong pemberdayaan UKM melalui berbagai program, mulai dari bantuan modal, pelatihan, hingga perlindungan usaha. Namun, peningkatan jumlah program tersebut belum selalu diiringi dengan peningkatan kinerja UKM secara merata di daerah.

Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dipilih sebagai lokasi penelitian karena karakteristik UKM-nya yang beragam serta perannya yang signifikan dalam perekonomian lokal. Penelitian ini melibatkan 120 pelaku UKM dari total populasi 303 UKM yang tersebar di 13 kecamatan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS).

Saat memaparkan pokok-pokok disertasinya di hadapan dosen penguji, Rita Noratni menegaskan bahwa peningkatan kinerja UKM tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan faktor internal secara strategis.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa modal usaha, inovasi, dan orientasi pasar hanya akan berdampak optimal terhadap kinerja UKM apabila dikelola secara strategis dan diperkuat melalui keunggulan bersaing,” ujarnya (12/12)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha, inovasi, dan orientasi pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM. Namun demikian, pengaruh tersebut tidak berdiri sendiri. Keunggulan bersaing terbukti memainkan peran kunci sebagai variabel intervening yang menjembatani ketiga faktor tersebut dalam meningkatkan kinerja usaha.

Rita menemukan bahwa modal usaha tidak secara otomatis meningkatkan kinerja UKM apabila tidak dikelola dengan perencanaan yang matang. UKM yang mampu mengalokasikan modal untuk inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, pelatihan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan keunggulan bersaing dibandingkan UKM yang hanya menggunakan modal untuk kebutuhan operasional rutin.

Inovasi juga menjadi faktor penting dalam membangun daya saing UKM. Inovasi pada produk, desain, maupun metode distribusi memungkinkan UKM di Berau menawarkan nilai unik kepada pasar. Meski demikian, dampak inovasi terhadap kinerja sering kali bersifat jangka menengah hingga panjang karena membutuhkan waktu untuk diterima konsumen serta harus didukung oleh strategi promosi yang berkelanjutan.

Sementara itu, orientasi pasar terbukti membantu UKM dalam memahami kebutuhan pelanggan dan merespons perubahan permintaan secara lebih adaptif. UKM yang aktif memantau preferensi konsumen dan tren pasar cenderung memiliki posisi bersaing yang lebih kuat, meskipun keterbatasan akses informasi pasar dan kemampuan analisis masih menjadi tantangan dalam penerapannya.

Penelitian ini juga menempatkan dukungan pemerintah sebagai variabel moderasi. Rita menegaskan bahwa peran pemerintah tetap krusial, namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh ketepatan desain kebijakan.

“Dukungan pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja UKM, tetapi harus dirancang lebih tepat sasaran agar benar-benar memperkuat daya saing pelaku usaha di daerah,” tegasnya.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun dukungan pemerintah secara umum berpengaruh signifikan terhadap kinerja UKM, efek moderasinya terhadap hubungan keunggulan bersaing dan kinerja belum optimal. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian program pemerintah belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan riil UKM, seperti bantuan teknologi tanpa pendampingan atau pelatihan yang kurang relevan dengan kondisi lapangan.

Berdasarkan hasil tersebut, Rita Noratni menegaskan bahwa peningkatan kinerja UKM memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Modal usaha, inovasi, dan orientasi pasar harus dikelola secara strategis untuk menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Pada saat yang sama, dukungan pemerintah perlu disusun berbasis persoalan konkret yang dihadapi pelaku UKM.

Penelitian ini memberikan kontribusi empiris penting bagi pengembangan kebijakan UKM di daerah, khususnya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Disertasi ini sekaligus memperkaya kajian ekonomi strategis dengan menegaskan bahwa keberhasilan UKM tidak semata ditentukan oleh besarnya sumber daya, melainkan oleh kemampuan mengelola sumber daya tersebut secara inovatif, berorientasi pasar, dan didukung kebijakan pemerintah yang tepat guna. (Boby)

https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\