DSI YPTA Surabaya Dampingi ASN Mojokerto Hadapi Era Kerja Berbasis AI

  • 12 Juni 2026
  • 10

Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus (YPTA) Surabaya memperkuat kompetensi digital 1.549 aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Mojokerto. Pelatihan Online ASN Adaptif di Era Transformasi Digital secara daring via Zoom Meeting pada 9–10 Juni 2026 guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto tersebut diikuti peserta dari berbagai perangkat daerah, sekolah, puskesmas, dan unit pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.


Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi ASN, Pemerintah Kabupaten Mojokerto turut mengawal pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan tersebut datang dari Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Albarra, Lc., M.Hum., Wakil Bupati Mojokerto Dr. Muhammad Rizal Octavian, serta Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto Ahmad Susilo, S.Sos., M.M. Kegiatan ini juga memberikan fasilitas e-sertifikat setara 10 jam pelajaran (JP) bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.


Dalam pelatihan ini, Direktur Direktorat Sistem Informasi YPTA Surabaya, Eko Halim Santoso, M.Kom., hadir sebagai narasumber utama pada tema Smart Gov Training: Efisiensi Kerja ASN dengan Tool AI Pengolah Data dan Presentasi.


Materi hari pertama (9/6/26), Eko membawakan subtema “Kerja Cerdas ASN: Pengenalan AI dan Optimalisasi Pengolahan Data”. Ia menegaskan bahwa AI bukan ancaman bagi ASN, melainkan alat bantu yang dapat mempercepat berbagai pekerjaan administratif apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. 


“AI adalah alat bantu kerja seperti kalkulator yang membantu kita menghitung lebih cepat. AI membantu menyusun, merangkum, membaca pola, dan merapikan pekerjaan lebih cepat,” jelas Eko dalam pemaparannya (9/6)


Menurutnya, tuntutan pelayanan publik saat ini mengharuskan ASN bekerja lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Karena itu, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai pekerjaan, mulai dari penyusunan laporan, pengolahan data, pembuatan notulen rapat, hingga penyusunan bahan presentasi bagi pimpinan.


Eko juga menekankan bahwa penggunaan AI tidak boleh menghilangkan peran manusia dalam pengambilan keputusan.


“AI boleh membantu mempercepat pekerjaan, tetapi keputusan akhir tetap ada pada manusia yang memahami aturan, etika, dan kondisi di lapangan,” ujarnya.


Tak hanya menyampaikan teori, DSI YPTA Surabaya juga mengajak peserta melakukan praktik langsung penggunaan berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot. Peserta mempelajari teknik penyusunan prompt, analisis data, data cleansing, penyusunan ringkasan eksekutif, hingga pembuatan kerangka presentasi berbasis AI.


Dalam simulasi yang diberikan, peserta diminta mengolah data pelatihan ASN menggunakan bantuan AI untuk menghasilkan temuan utama, rekomendasi kebijakan, dan rancangan presentasi yang siap digunakan oleh pimpinan. Melalui pendekatan tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung pekerjaan sehari-hari di lingkungan pemerintahan.


Selain aspek produktivitas, Eko juga mengingatkan pentingnya keamanan informasi dalam pemanfaatan teknologi digital. Ia menegaskan bahwa ASN tidak boleh memasukkan data sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), data kesehatan, alamat lengkap, maupun dokumen internal ke platform AI publik.


“Kita boleh bekerja lebih cepat dengan AI, tetapi keamanan data dan kepercayaan publik tetap harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.


Pelatihan berlangsung interaktif dan diikuti ASN dari berbagai perangkat daerah, sekolah, puskesmas, hingga unit pelayanan publik di Kabupaten Mojokerto. Selama sesi berlangsung, peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba langsung berbagai fitur AI yang diperkenalkan narasumber.


Pada hari kedua, Rabu (10/6/26), kegiatan kembali dilanjutkan dengan pelatihan subtema “Presentasi Cerdas: Pemanfaatan AI untuk Visualisasi Data dan Komunikasi Efektif” yang membahas pemanfaatan AI dalam penyusunan materi presentasi dan visualisasi data agar lebih efektif dan mudah dipahami. 


DSI YPTA Surabaya menegaskan komitmennya mendukung transformasi digital sektor publik melalui peningkatan literasi teknologi serta pemanfaatan AI yang etis, aman, dan produktif. Upaya ini diharapkan membantu ASN beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id