FK Untag Surabaya Gelar Health Education Fair 2026

  • 08 Juni 2026
  • 39

Fakultas Kedokteran Untag Surabaya menggelar Health Education Fair 2026 di Plaza Proklamasi Graha Wiyata Untag Surabaya, Rabu (3/6). Kegiatan yang diikuti 16 mahasiswa semester 2 ini menjadi sarana pembelajaran untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.


Acara diawali dengan pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi di setiap stan penyakit yang berada di Selasar Graha Wiyata Untag Surabaya. Hal ini adalah bagian dari proyek pembelajaran dalam blok mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) yang menuntut mahasiswa mampu menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara efektif.


Perwakilan dosen Fakultas Kedokteran Untag Surabaya turut hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satunya, dr. Erny, Sp.A., Subsp. Neurologi Anak (K), yang menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi seorang dokter.


“Public speaking itu tidak dikuasai oleh semua orang, tetapi sebagai dokter kemampuan komunikasi itu harus dan penting. Di dunia kedokteran ada banyak sekali istilah yang tidak dipahami oleh orang awam. Nantinya kalian harus menjelaskan itu kepada pasien dan bagaimana agar mereka dapat memahami,” ujarnya (3/6)


Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK Untag Surabaya, Daud Aji Dewantoro, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk melatih mahasiswa dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat sesuai materi yang telah dipelajari selama perkuliahan.


“Kegiatan hari ini dilaksanakan karena kami memasuki blok IKM, di mana kami harus bisa menjelaskan dan berkomunikasi kepada masyarakat mengenai penyakit yang dibahas oleh masing-masing kelompok. Jadi kami harus memberi pemahaman kepada masyarakat dan menjelaskan agar mereka memahami apa yang kami sampaikan,” katanya.


Daud juga menilai kemampuan tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka terjun langsung melayani pasien di masa mendatang.


“Harapannya kami mahasiswa FK Untag Surabaya dapat memanfaatkan ilmu ini dengan baik karena nantinya pasti akan bertemu banyak pasien. Di situ kemampuan komunikasi akan sangat penting,” tutupnya


Dalam kegiatan ini, mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok yang membahas topik berbeda, yakni hantavirus, tuberkulosis (TBC), bahaya merokok dan vape, serta pneumonia. Pembagian tema ditentukan oleh dosen pembimbing, sementara mahasiswa diberi waktu persiapan selama beberapa hari untuk menyusun materi dan menyiapkan stan edukasi.


Salah satu peserta, Muhamad Risky, yang mewakili kelompok pneumonia, menjelaskan bahwa penyakit tersebut dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, maupun jamur.


“Pneumonia terjadi ketika bakteri, virus, atau jamur menginfeksi paru-paru sehingga muncul peradangan dan penumpukan cairan atau nanah. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan,” jelasnya saat memberikan edukasi kepada pengunjung.


Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi kesehatan secara akademis, tetapi juga mampu menerjemahkan istilah medis yang kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id