Hari Anak Nasional 2025, PUSPAGA Surabaya Edukasi Siswa SMPTAG

  • 13 Agustus 2025
  • 1173

SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melalui program PUSPAGA Goes To School, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-41, Jumat (8/8).


PUSPAGA atau Pusat Pembelajaran Keluarga merupakan layanan yang dibentuk untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan advokasi bagi keluarga, anak, dan remaja dengan tujuan menyediakan layanan komprehensif bagi keluarga untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga (KG) dan perlindungan anak di tingkat kabupaten/kota.


Di Surabaya, PUSPAGA berperan sebagai garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif perlindungan anak. Layanan ini tidak hanya mempromosikan kesadaran akan pentingnya perlindungan anak, tetapi juga memberikan informasi tentang jalur pelaporan jika terjadi kekerasan. Untuk penanganan kasus, PUSPAGA bekerja sama dengan Instalasi Pelayanan Terpadu Daerah (IPTD)


Linda Hartati S.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Volunteer Puspaga Surabaya hadir sebagai narasumber dengan tema “Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045: Hentikan Kekerasan Sekarang!”. Materi difokuskan pada pencegahan kekerasan siber (cyber violence) seperti cyberbullying, sextortion, penyebaran konten pribadi tanpa izin, hingga penipuan digital yang menyasar anak-anak.


“Banyak anak dan remaja yang belum memahami bahaya jangka panjang dari perilaku mereka di internet. Kadang, satu komentar atau unggahan bisa meninggalkan luka yang membekas seumur hidup, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” jelas Linda (8/8)


Linda memberikan pesan singkat namun bermakna “Pikirkan apa yang kamu lakukan dan lakukan apa yang kamu pikirkan.” Pesan ini menjadi pengingat bagi siswa untuk bijak dalam bertindak, baik di dunia nyata maupun dunia digital.


Banyak korban kekerasan berasal dari anak yang kurang mendapatkan perhatian di rumah, sehingga peran orang tua menjadi sangat penting.


“Orang tua harus menciptakan ikatan yang kuat dengan anak, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memastikan mereka merasa aman untuk bercerita. Anak yang merasa didengar akan lebih terlindungi dari risiko kekerasan,” ujarnya.


Ia juga berharap orang tua dapat lebih aktif dalam mengawasi anak-anak 


“Ini merupakan tugas kita sebagai orang dewasa untuk mendampingi mereka sampai berusia 18 tahun, karena ketika mendekati dewasa saraf-saraf otaknya sudah berkesinambungan dan sudah tahu sebab akibat.”


Melalui kegiatan ini, PUSPAGA Surabaya dan SMPTAG Surabaya berharap dapat menciptakan generasi muda yang bijak, berempati, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. (Dini)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\