HIMASISTA dan SurabayaDev Bahas Masa Depan Profesional IT di Era AI

  • 26 November 2025
  • 36

Fondasi yang harus dimiliki seorang profesional IT masa kini bukan lagi sekadar kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman etika digital, personal branding, hingga cara memanfaatkan AI secara tepat. Wawasan inilah yang menjadi perhatian utama dalam perayaan 11 tahun SurabayaDev yang dikemas melalui kolaborasi bersama Himpunan Mahasiswa Sistekin Untag Surabaya (HIMASISTA). 


HIMASISTA bersama komunitas teknologi SurabayaDev sukses menggelar Anniversary ke-11 bertema “Unlocking Opportunities in the Future of Technology!” pada Sabtu, 15 November 2025, di Ruang Auditorium Lantai 9 Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya. Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai kampus, bukan hanya dari Untag, dan menjadi ajang belajar yang menarik bagi para talenta muda yang ingin memahami perkembangan teknologi terbaru.


Perayaan dibuka dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol perjalanan SurabayaDev yang telah lebih dari satu dekade berkontribusi membangun ekosistem digital di Surabaya. Suasana berlangsung hangat, penuh antusiasme, serta diwarnai banyak interaksi antara mahasiswa dan para praktisi industri.


Ketua Gugus Penjamin Mutu (GPM) Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Untag Surabaya, Dr. Chaidir Chalaf Islamy, S.Kom., M.Kom., membuka sesi materi dengan mengajak mahasiswa memahami kondisi industri IT yang kini mengalami perubahan signifikan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan sedang berfokus pada keberlanjutan sehingga kebutuhan tenaga IT ikut bergerak menyesuaikan arah industri.


“Industri sedang bergerak ke arah yang lebih selektif dan berkelanjutan. Karena itu, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu skill. Semakin banyak kemampuan yang kita kuasai, semakin besar kesempatan kita untuk bersaing dan bertahan,” ujarnya (15/11)


Pandangan serupa juga disampaikan Kepala Bidang Keamanan dan Infrastruktur Teknologi Informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (Dinkominfo) Kota Surabaya, Yudho Febriadi, S.Kom., M.T., yang menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki pemahaman digital yang lebih luas agar siap menghadapi tuntutan zaman.


“Transformasi digital saat ini menuntut mahasiswa untuk adaptif. Teknologi bukan hanya soal aplikasi, tetapi juga etika, keamanan, dan tanggung jawab. Kegiatan seperti ini penting untuk menjembatani kampus dan industri,” ungkap Yudho (15/11)


Salah satu bagian yang paling menyita perhatian peserta adalah sesi dari Sandhika Galih, dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan sekaligus kreator konten teknologi yang dikenal luas sebagai rujukan belajar coding bagi generasi muda.  Dalam paparannya, Sandhika menjelaskan empat fondasi penting yang harus dimiliki seorang profesional IT, yaitu hard skill, soft skill, personal branding, serta kemampuan memanfaatkan AI secara tepat.


“AI sebaiknya tetap ditempatkan sebagai alat bantu, bukan membuat seseorang berhenti memahami tugasnya sendiri. AI itu mempercepat kerja kita, tapi bukan berarti kita boleh berhenti paham. Tetap harus mengerti apa yang dikerjakan, tetap harus kritis, dan tetap bertanggung jawab dalam menggunakannya,” jelasnya (15/11)


Dalam wawancara setelah sesi materi, Sandhika memberikan pesan khusus bagi mahasiswa yang ingin menapaki karier di bidang web development. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi bergerak begitu cepat, sehingga mahasiswa perlu memiliki kesadaran untuk terus memperbarui pengetahuan dan tidak sekadar terpaku pada satu cara belajar.


“Ikuti tren, peka dengan apa yang terjadi di sekitar, dan gunakan AI secara etis. Yang penting bukan hanya ikut-ikutan, tapi memahami kenapa sebuah teknologi berkembang,” ujarnya.


Baginya, menjadi profesional IT adalah proses panjang yang perlu disertai keinginan untuk terus mengasah diri. Karena itu, ia menyambut baik kegiatan belajar terbuka seperti ini, yang memberi mahasiswa ruang untuk bertemu praktisi, menguji kemampuan, dan melihat langsung standar industri.


“Semoga semakin banyak event yang bisa memberi manfaat ke depannya. Teman-teman mahasiswa, teruslah belajar untuk menjadi versi terbaik dari diri kalian masing-masing,” tutup Youtuber tersebut 


Kolaborasi HIMASISTA Untag Surabaya dengan para profesional industri memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung arah perkembangan dunia IT, memahami tuntutan kompetensi masa kini, dan membangun kesiapan bersaing di era AI. (Salsha)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\