Hari Kanker Sedunia 2026 Tegaskan Perawatan Kanker Harus Lebih Manusiawi

  • 06 Februari 2026
  • 1934

Hari Kanker Sedunia kembali diperingati secara global pada 4 Februari 2026. Peringatan tahunan ini menjadi momentum bagi dunia internasional untuk menyoroti kanker sebagai salah satu tantangan kesehatan paling serius yang masih dihadapi umat manusia hingga saat ini.


Setiap tahun, Hari Kanker Sedunia tidak sekadar menjadi penanda di kalender, tetapi juga ruang refleksi tentang bagaimana kanker memengaruhi jutaan kehidupan di berbagai belahan dunia. Pada 2026, perhatian global tertuju pada tema United by Unique, sebuah pesan yang menegaskan bahwa perjuangan melawan kanker tidak bisa dilepaskan dari keunikan setiap individu yang mengalaminya.


Dilansir dari detik.com, tema United by Unique merupakan kampanye global yang diinisiasi oleh United for International Cancer Control (UICC) dan dirancang berlangsung selama tiga tahun, mulai 2025 hingga 2027. Melalui kampanye ini, dunia diajak untuk bersatu melawan kanker tanpa mengabaikan perbedaan latar belakang, kondisi, serta kebutuhan masing-masing pasien.


Melalui tema tersebut, kanker tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan medis yang dapat diselesaikan dengan pendekatan seragam. Di balik setiap diagnosis kanker, terdapat cerita manusia yang kompleks, mulai dari kondisi fisik, kesehatan mental, situasi sosial, hingga akses terhadap layanan kesehatan yang tidak selalu setara. United by Unique menegaskan bahwa seluruh aspek tersebut perlu dipertimbangkan dalam sistem perawatan kanker.


Dosen Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, dr. Deorina, Sp.MK, turut menekankan makna tema tersebut bagi pasien kanker.


“Tema United by Unique menekankan bahwa meskipun pasien kanker dipersatukan oleh satu diagnosis, setiap pasien memiliki kondisi yang unik. Kerentanan terhadap infeksi pada pasien kanker memang ada secara umum, namun tingkat risikonya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti status gizi, kondisi imunitas, jenis kanker, stadium penyakit, serta terapi yang dijalani. Karena itu, penanganan pasien kanker tidak bisa dilakukan dengan satu pendekatan yang sama,” ujarnya. (5/2)


Ia menambahkan bahwa perawatan holistik diperlukan, tidak hanya berfokus pada terapi kanker, tetapi juga pemenuhan gizi, pencegahan infeksi, pengendalian komorbid, serta dukungan lingkungan yang aman agar hasil pengobatan optimal dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.


Sejumlah data yang dirilis UICC, WHO, dan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa pendekatan perawatan kanker yang lebih personal dan penuh empati menjadi kebutuhan mendesak. Kesadaran global yang meningkat menempatkan kualitas hidup pasien dan penyintas kanker sebagai aspek penting, seiring dengan upaya keberhasilan terapi medis.


Dalam konteks global, kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Setiap tahunnya, jutaan orang meninggal akibat berbagai jenis kanker, dengan sebagian besar kasus terjadi di negara berkembang. Keterbatasan akses terhadap deteksi dini, pengobatan, dan edukasi kesehatan turut memperbesar dampak penyakit ini, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.


Tema United by Unique juga menyoroti pentingnya peran komunitas dan lingkungan sekitar pasien. Dukungan keluarga, komunitas penyintas, serta kebijakan publik yang inklusif dinilai memiliki kontribusi besar dalam membantu pasien menjalani pengobatan dan pemulihan. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi, upaya melawan kanker diharapkan tidak hanya berfokus pada angka statistik, tetapi juga pada pengalaman hidup para penyintas.


Di Indonesia, kanker tercatat sebagai penyebab kematian terbesar ketiga. Jenis kanker seperti kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru-paru, kanker kolorektal, dan kanker hati masih mendominasi jumlah kasus dan kematian. Di balik data tersebut, terdapat jutaan keluarga yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung oleh penyakit ini.


Kondisi tersebut memperkuat relevansi peringatan Hari Kanker Sedunia 2026 di tingkat nasional. Tema United by Unique menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan, deteksi dini, serta perawatan kanker di Indonesia perlu mempertimbangkan keragaman kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.


Terkait peran pemeriksaan infeksi pada pasien kanker, dr. Deorina menjelaskan pentingnya mikrobiologi klinik.


“Pasien kanker sering mengalami penurunan daya tahan tubuh, baik akibat penyakitnya maupun terapi seperti kemoterapi dan radioterapi. Deteksi infeksi yang cepat dan tepat membantu dokter menentukan terapi antibiotik atau antijamur yang sesuai, mencegah penggunaan antibiotik yang tidak perlu, serta menurunkan risiko komplikasi infeksi berat,” jelasnya


Ia juga menyinggung bahwa beberapa kanker berkaitan dengan infeksi, seperti kanker serviks yang berhubungan dengan Human Papillomavirus (HPV), yang sebenarnya dapat dicegah melalui edukasi dan program vaksinasi.


Dalam praktik sehari-hari, dr. Deorina menyebut pasien kanker paling sering mengalami infeksi saluran pernapasan, infeksi aliran darah yang berkaitan dengan penggunaan alat medis, infeksi saluran kemih, serta infeksi oportunistik seperti infeksi jamur pada pasien dengan imunitas menurun. 


“Tantangan lain yang muncul adalah meningkatnya risiko infeksi oleh kuman resisten antibiotik, sehingga pemeriksaan mikrobiologi menjadi penting untuk menentukan terapi yang tepat dan aman,” terang dr. Deorina


Melalui kampanye global ini, UICC juga mendorong pemanfaatan media digital, media tradisional, dan media sosial untuk menyebarkan pesan kesadaran kanker secara lebih luas. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mendukung penyintas serta keluarga pasien kanker.


Menutup pernyataannya, dr. Deorina mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam upaya melawan kanker.


“Upaya melawan kanker tidak berhenti pada pengobatan, tetapi juga mencakup pencegahan, deteksi dini, dan perawatan yang menyeluruh. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko, termasuk infeksi yang dapat dicegah melalui vaksinasi dan perilaku hidup sehat, serta dengan dukungan dari keluarga dan masyarakat, kita dapat membantu menciptakan perawatan kanker yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” tutupnya


Hari Kanker Sedunia diharapkan mendorong perubahan berkelanjutan melalui tema United by Unique, sebagai ajakan membangun sistem kesehatan yang lebih adil dan berorientasi pada manusia, sekaligus menegaskan bahwa melawan kanker adalah perjalanan bersama yang membutuhkan empati dan kolaborasi. (Gisela)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\