Hari Kebaya Nasional 2026 Soroti Keberagaman Warisan Budaya Indonesia

  • 24 Juli 2026
  • VaniaS
  • 24

Kebaya menjadi salah satu warisan budaya yang memiliki beragam bentuk dan karakter di Indonesia. Keberagaman tersebut menjadi sorotan dalam peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 yang mengusung tema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia”.


Tema tersebut disampaikan Kementerian Pariwisata melalui unggahan di akun Instagram resminya, @kemenpar.ri, pada Jumat (24/7/2026). Kementerian Pariwisata menyebut kebaya bukan sekadar busana, tetapi juga bagian dari identitas bangsa yang menyimpan sejarah, filosofi, dan nilai budaya.


“Lebih dari sekadar busana, kebaya merupakan identitas bangsa yang menyimpan sejarah, filosofi, dan nilai budaya,” tulis Kementerian Pariwisata.


Tema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia” juga memperlihatkan karakter kebaya yang berbeda sesuai dengan latar budaya dan daerah tempatnya berkembang. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari sejumlah kebaya daerah yang memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari motif, warna, hingga bentuk potongannya. Tiga di antaranya adalah Kebaya Encim Betawi, Kebaya Rancongan Madura, dan Kebaya Labuh Riau.


Kebaya Encim Betawi Hasil Akulturasi Budaya


Salah satu kebaya yang diperkenalkan Kementerian Pariwisata adalah Kebaya Encim Betawi. Kebaya ini disebut lahir dari akulturasi budaya Tionghoa dan Melayu di wilayah pesisir utara Jawa, khususnya Betawi dan Semarang.


Ciri khas Kebaya Encim terlihat dari hiasan bordir atau kerancang yang menggunakan motif flora dan fauna. Warna-warna cerah juga menjadi bagian dari karakter kebaya tersebut. Latar belakang akulturasi budaya tersebut membuat Kebaya Encim memiliki ciri yang berbeda dibandingkan kebaya yang berkembang di daerah lain.


Kebaya Rancongan Madura Berpotongan Ngepas


Dari Madura, terdapat Kebaya Rancongan yang memiliki karakter tersendiri. Kebaya ini memiliki potongan yang ketat atau ngepas di tubuh, dengan panjang relatif pendek dan bagian bawah kebaya menggantung di sekitar pinggang.


Kebaya Rancongan dikenal dengan pilihan warna yang berani. Dalam penggunaannya, kebaya ini biasanya dipadukan dengan aksesori tradisional, seperti kalung emas dan gelang. Ciri-ciri tersebut menjadi bagian dari karakter Kebaya Rancongan yang berkembang dalam budaya Madura.


Kebaya Labuh Riau Warisan Kesultanan Melayu


Sementara itu, Kebaya Labuh merupakan salah satu warisan dari Kesultanan Melayu Riau. Berbeda dari Kebaya Encim Betawi dan Kebaya Rancongan Madura, Kebaya Labuh memiliki potongan yang longgar.


Bagian bawahnya juga panjang dan menjuntai hingga ke lutut. Potongan tersebut menjadi salah satu ciri khas Kebaya Labuh yang memperlihatkan karakter busana tradisional dari lingkungan budaya Melayu Riau.


Ketiga kebaya tersebut menunjukkan bahwa kebaya Indonesia memiliki bentuk dan karakter yang beragam. Perbedaan tersebut menjadi gambaran kekayaan budaya yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.


Melalui tema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia”, Hari Kebaya Nasional 2026 menyoroti keberagaman kebaya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengajak masyarakat untuk berani berbudaya dan bangga berkebaya.


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter