Fitur baru Instagram Maps yang dirilis Meta tengah memicu perdebatan panas di dunia maya. Fitur ini memungkinkan pengguna berbagi lokasi secara real-time dengan teman melalui menu Direct Message (DM), sehingga mereka bisa melihat posisi pengguna di peta.
Dikutip dari CNN Indonesia, meski fitur ini bersifat opt-in alias hanya aktif jika diizinkan pengguna, banyak yang menilai keberadaannya berpotensi mengganggu privasi dan keamanan. Kekhawatiran semakin besar karena sebagian orang mungkin tidak menyadari bahwa fitur ini aktif secara default di perangkat mereka.
Cara Mematikan Fitur Instagram Maps
Bagi pengguna yang ingin memastikan fitur ini tidak aktif, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Buka tab Pesan di aplikasi Instagram.
2. Klik ikon Map di bagian atas kotak masuk.
3. Pilih ikon Pengaturan (roda gigi) di pojok kanan atas.
4. Pilih opsi Tidak ada untuk berbagi lokasi.
5. Klik tombol Perbarui.
Setelah mengikuti langkah tersebut, lokasi pengguna tidak akan ditampilkan di peta.
Ramai Jadi Perbincangan di Media Sosial
Isu privasi ini menjadi trending di platform X (Twitter). Salah satu akun, @AllAgesofGeek, memperingatkan, "Aduh! Instagram merilis fitur 'Instagram Map' yang akan menunjukkan lokasi persis Anda kepada orang yang mengikuti Anda. Tolong demi keamanan, matikan berbagi lokasi di pengaturan."
Pengguna lain, @1auren1o, juga menulis, “Teman-teman, tolong matikan lokasi kalian di Instagram. Mereka baru saja menambahkan fitur peta dan semua yang mengikuti kalian bisa memperbesar dan melihat persis di mana kalian berada, termasuk orang yang tidak kalian ikuti balik. Ini gila.”
Pakar keamanan siber menilai kekhawatiran publik bukanlah hal yang berlebihan. Walaupun Meta mengklaim fitur ini aman dan dirancang untuk mempermudah interaksi serta eksplorasi, potensi penyalahgunaan tetap ada. Data lokasi yang dibagikan secara publik bisa dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan pengintaian atau kejahatan.
Sejumlah pihak menilai langkah paling aman adalah mematikan fitur berbagi lokasi, terutama bagi pengguna yang sering bepergian atau berada di wilayah dengan tingkat keamanan rendah. Dalam dunia digital yang serba terhubung, menjaga privasi tetap menjadi benteng pertama melindungi diri dari ancaman siber maupun kriminal di dunia nyata. (Eka)