Angelica Cristy Gloria berhasil menjadi lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Gasal 2025/2026 Untag Surabaya, dengan IPK 3,95 cumlaude. Prestasi ini makin istimewa karena ia memulai dari nol, berasal dari jurusan IPA saat SMA dan sama sekali tidak memiliki dasar akuntansi, sementara sebagian besar teman sejurusannya telah memiliki basic akuntansi dari SMA atau SMK.
Saat pengukuhan Wisuda ke-132, Angel dipanggil secara resmi untuk menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik fakultas. Keputusan berani keluar dari jalur lama inilah yang membawanya meraih prestasi gemilang, sambil memastikan biaya pendidikan yang tidak sedikit membuahkan hasil nyata.
Angel mengaku motivasinya sederhana, dengan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan untuk kuliah benar-benar memberikan hasil nyata.
“Saya ingin memastikan uang kuliah yang tidak sedikit itu, benar-benar ada hasilnya,” tegasnya (13/2)
Sebagai mahasiswa lintas jurusan, Angel menyadari harus bekerja lebih keras dibanding teman-temannya yang sudah memiliki bekal akuntansi sejak SMA. Sejak semester pertama, ia membangun kebiasaan belajar disiplin, dengan mempelajari materi sebelum perkuliahan dimulai, aktif menjawab pertanyaan di kelas, dan memastikan tidak tertinggal pembahasan. Strategi sederhana ini dilakukan konsisten hingga semester akhir.
“Saya dari semester satu, saya selalu berusaha menjawab pertanyaan di kelas dan memastikan tidak ketinggalan materi agar bisa mengimbangi teman-teman yang sudah punya basic akuntansi,” kata mahasiswa angkatan 2022 tersebut
Tantangan terbesar Angel adalah memahami materi yang sama sekali baru. Ia memulai dari nol, mengulang materi berkali-kali, dan belajar intensif agar memahami konsep akuntansi secara utuh. Namun ia memilih fokus pada proses belajar dan menjaga konsistensi nilai agar tidak mengalami penurunan sepanjang masa studi.
Di tengah kesibukan akademik, Angel juga aktif di Unit Kegiatan Kerohanian Kristen dan Katolik (UK3). Aktivitas organisasi yang padat, terutama saat perayaan keagamaan besar, sempat membuatnya tertinggal dalam perkuliahan. Momen ini menjadi titik refleksi penting, hingga ia kembali menata prioritas dan menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi tujuan utama.
Menariknya, keputusan masuk jurusan akuntansi diambil dalam waktu singkat. Awalnya, Angel berencana memilih Teknik Informatika karena tertarik pada bidang tersebut. Namun setelah berdiskusi dengan keluarga yang memiliki latar belakang akuntansi dan perpajakan, ia memutuskan mencoba bidang baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Keputusan satu hari itu menjadi titik balik perjalanan akademiknya.
Kini, setelah menyelesaikan studi sarjana, Angel berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister Akuntansi sambil bekerja. Ia ingin terus belajar sekaligus membangun pengalaman profesional sejak dini.
“Kuliah itu sebagai investasi masa depan. Pendidikan juga merupakan perjuangan orang tua yang dapat menjadi motivasi kuat untuk terus berusaha maksimal. Suatu keberhasilan tidak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Kuliah itu harus ditekunin dan dinikmati, jangan dianggap beban. Kalau konsisten, hasilnya pasti mengikuti,” pesan Angel
Angelica Cristy Gloria membuktikan bahwa keberanian mengambil risiko, konsistensi belajar, dan kemampuan mengatur prioritas bisa membawa prestasi gemilang. Dari mahasiswa lintas jurusan tanpa dasar akuntansi hingga lulusan terbaik FEB Untag Surabaya dengan IPK 3,95 cumlaude, kisahnya menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan ketekunan selalu membuahkan hasil. (Boby)