Kaya Rasa dan Cerita di Balik Lomba Masak Nasi Goreng YPTA Surabaya

  • 06 Agustus 2025
  • 3221

Plasa Proklamasi Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya berubah jadi dapur kolosal pada Selasa, 5 Agustus 2025. Dalam rangka HUT ke-80 RI dan Dies Natalis ke-67 YPTA Surabaya, digelar Lomba Masak Nasi Goreng yang mempertemukan guru, dosen, staf, dan mitra kerja dalam satu ajang seru penuh aroma, rasa, dan cerita kebersamaan.


Ajang ini tak sekadar adu rasa. Setiap tim, berisi pria dan wanita dari unit pendidikan dan mitra seperti BNI, Bank Jatim, hingga PT Jatayu, tampil dengan kreativitas dan kekompakan dalam memasak dan menyajikan nasi goreng dengan gaya penyajian kreatif mereka.


Tiga dewan juri ditunjuk untuk menilai langsung hasil masakan peserta, yaitu Eddy Wahyudi, S.H. selaku Direktur Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya, Dr. Ayun Maduwinarti, M.P. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya, serta Dra. Wiwik Wahyuningsih, M.M. sebagai Kepala Sekolah SMPTAG Surabaya. 


“Peserta semuanya luar biasa. Rasa masakannya enak-enak, tampilannya menarik. Memang ada sedikit kendala karena aturan penggunaan bahan baru disampaikan saat lomba dimulai, tapi hal itu tidak mengurangi keseruan. Kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan, dengan penambahan tema khusus agar semakin menarik dan kompetitif,” ujar Wiwik (5/7)


Kemeriahan lomba makin terasa dengan hadirnya suporter dari masing-masing tim. Mereka memberi semangat langsung dari sisi panggung, dan turut mencicipi hasil masakan yang telah lebih dulu dinilai juri. Antusiasme terlihat dari komentar-komentar spontan mereka saat mencicipi nasi goreng, yang disajikan mulai dari versi tradisional hingga varian seafood. 


Setelah melalui proses penilaian ketat berdasarkan lima kriteria rasa, kekompakan, kebersihan, kerapian, dan pengolahan bahan, dewan juri menetapkan tiga tim terbaik sebagai pemenang:


- Juara 1: SMPTAG, BKA, dan BNI (280 poin)

- Juara 2: FISIP Untag Surabaya (273 poin)

- Juara 3: Fakultas Vokasi, DSI, dan PT Jatayu (270 poin)


Sri Wigiati, S.Pd., perwakilan dari tim SMPTAG Surabaya yang meraih juara pertama, mengaku bangga dengan pencapaian timnya. Ia menilai, dari balik aroma bawang dan rasa nasi goreng, tumbuh rasa kebersamaan dan kekompakan yang tak kalah penting. Bahkan, proses persiapan di sekolah sebelum lomba sudah menjadi momen yang mempererat tim.


“Kami tidak membawa bumbu aneh-aneh, hanya nasi goreng tradisional dengan udang. Persiapannya seru sekali, tim kami sangat kompak. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus ada,” ujarnya.


Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya, dengan tujuan mempererat silaturahmi antar-civitas akademika dan mitra. Dibandingkan perlombaan formal yang biasa digelar, lomba masak ini memberi ruang baru bagi peserta untuk mengekspresikan sisi kreatif, seraya memperkuat komunikasi dan kolaborasi tim. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id