Kebiasaan membiarkan charger tetap terpasang di stop kontak meski perangkat sudah penuh daya masih sering dianggap sepele. Banyak orang sengaja membiarkan adaptor menancap karena merasa akan segera digunakan kembali. Padahal, para ahli kelistrikan mengingatkan kebiasaan ini sebaiknya mulai dikurangi karena menyimpan sejumlah risiko yang kerap tidak disadari.
Mengutip KompasTekno yang merangkum informasi dari Southern Living, charger yang tetap terhubung ke listrik sebenarnya masih menarik daya meski tidak digunakan. Fenomena ini dikenal sebagai phantom load atau vampire power.
Menurut Josh Leclair, pemilik Village Home Services, konsumsi listrik dari charger yang terus menancap memang kecil. Namun jika berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang, akumulasinya dapat terasa pada tagihan listrik bulanan. Artinya, kebiasaan sederhana ini membuat penggunaan listrik menjadi kurang efisien.
Selain pemborosan energi, aspek keamanan juga perlu diperhatikan. Brendan McCarthy dari Salt Service Company menjelaskan bahwa charger yang terus terhubung dengan stop kontak tetap aktif dan menghasilkan panas. Meski biasanya kecil, kondisi ini membuat komponen di dalam charger bekerja tanpa henti sehingga lebih cepat aus.
Dalam kondisi tertentu, terutama jika charger sudah lama, rusak, atau berkualitas rendah, panas berlebih dapat memicu risiko lebih serius seperti korsleting hingga kebakaran. Risiko ini memang jarang terjadi, tetapi tetap perlu diwaspadai karena dapat membahayakan rumah dan penghuninya.
Bahaya lain muncul pada rumah yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan. Kabel charger yang menjuntai sering menarik perhatian untuk ditarik, dimainkan, bahkan digigit. Jika kabel rusak dan bagian dalam terbuka sementara arus masih mengalir, kondisi ini dapat memicu sengatan listrik maupun korsleting.
Masalah juga dapat terjadi ketika kepala charger berdaya besar dipasangkan dengan kabel yang tidak sesuai spesifikasi atau berkualitas rendah. Kombinasi ini membuat panas tidak tersalurkan dengan baik sehingga charger menjadi jauh lebih panas, cepat rusak, dan harus diganti sebelum masa pakai normal.
Para teknisi listrik menilai bahwa mencabut charger setelah digunakan bukanlah tindakan berlebihan, melainkan kebiasaan sederhana dengan manfaat jangka panjang. Selain membuat charger lebih awet, langkah ini membantu menekan konsumsi listrik sekaligus meningkatkan keamanan rumah.
Bagi yang merasa repot mencabut adaptor setiap selesai mengisi daya, pengguna dapat memanfaatkan stop kontak yang dilengkapi sakelar. Setelah pengisian selesai, cukup matikan sakelar untuk memutus aliran listrik tanpa harus mencabut adaptor satu per satu.
Kebiasaan kecil ini memang terlihat sepele, tetapi jika dilakukan konsisten dapat memberi dampak besar bagi keamanan, efisiensi energi, dan umur pakai perangkat elektronik di rumah. (Boby)