Kelompok R3 Untag Raih Juara II KKN Paling Berdampak

  • 22 Juli 2026
  • VaniaS
  • 83

Kelompok R3 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meraih Juara II KKN Paling Berdampak pada pelaksanaan KKN Reguler Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.


Penghargaan tersebut diraih melalui berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan di Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Program Kelompok R3 dinilai mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pendekatan humanis, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan desa.


KKN Reguler Untag Surabaya berlangsung pada 6–17 Juli 2026. Penghargaan Juara II KKN Paling Berdampak diberikan pada 13 Juli 2026 dalam agenda presentasi program kerja di hadapan panitia Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, pimpinan universitas, dan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya.


Salah satu program unggulan Kelompok R3 adalah *Rocket Stove*. Program ini dilatarbelakangi lamanya proses pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Melalui inovasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengelola sampah dengan cara pembakaran yang lebih terkendali serta meminimalkan asap dan polusi.


Selain itu, Kelompok R3 menghadirkan program pemasangan lampu reflektor di pinggir jalan. Program ini berangkat dari minimnya pencahayaan di pintu masuk Desa Gumeng, terutama di sekitar area tambak yang berada di tepi jalan. Pemasangan reflektor diharapkan dapat meningkatkan visibilitas pengguna jalan dan mengurangi risiko kecelakaan.


Potensi perikanan Desa Gumeng juga menjadi perhatian mahasiswa. Kelompok R3 mendorong mitra desa untuk mengembangkan produk olahan ikan agar dapat membuka peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.


Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok R3, Dia Puspitasari, S.Sosio., M.Si., M.I.Kom., menegaskan bahwa esensi KKN adalah menghadirkan nilai kemanusiaan dalam proses pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan potensi untuk berkembang bersama.


“Humanisme sebagai spirit kemanusiaan mengajarkan bahwa masyarakat bukan objek pengabdian, melainkan subjek yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan potensi untuk berkembang bersama. Karena itu, kami mendorong mahasiswa untuk membangun komunikasi yang setara, mendengar sebelum bertindak, serta memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengabdian yang berangkat dari empati akan melahirkan dampak yang berkelanjutan,” ujar Dia, Senin (21/7/2026).


Pendekatan partisipatif menjadi dasar Kelompok R3 dalam menyusun program. Mahasiswa tidak hanya membawa rancangan kegiatan, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat, potensi desa, dan semangat gotong royong yang telah tumbuh di Desa Gumeng.


“Humanisme bukan hanya tentang kemanusiaan dalam membantu masyarakat, tetapi tentang berjalan bersama masyarakat. Sebab, pengabdian yang paling berdampak lahir ketika ilmu pengetahuan dipertemukan dengan empati, persatuan, dan kepedulian,” imbuh dosen Pendidikan Pancasila tersebut.


Ketua Kelompok KKN R3, Mikail Ahmadinov Subiantoro, mengatakan keberhasilan tim tidak lepas dari kerja sama seluruh anggota, dukungan DPL, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Gumeng. Selama menjalankan pengabdian, tim berupaya membangun budaya kerja yang solid, disiplin, transparan, dan saling mendukung.


“Kami datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar bersama masyarakat. Nilai humanisme membuat kami memahami bahwa keberhasilan KKN lahir dari kemampuan membangun kepercayaan, menghargai setiap masukan warga, dan bekerja sebagai satu keluarga. Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Desa Gumeng, pemerintah desa, DPL kami, dan seluruh anggota Kelompok R3 yang telah berjuang dengan penuh dedikasi,” ungkap mahasiswa Program Studi Arsitektur tersebut.


Capaian Juara II KKN Paling Berdampak menjadi bukti sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan pengabdian yang memberi manfaat nyata. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Untag Surabaya dalam mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis kemanusiaan, kolaborasi, dan pemberdayaan.



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter