Kolaborasi Guru dan Siswa SMATAG Hidupkan Semarak Tari Sparkling Surabaya

  • 21 Agustus 2025
  • 3227

Guru dan siswa SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya berhasil memukau penonton melalui koreografi Tari Sparkling Surabaya, tarian khas Kota Pahlawan yang memadukan unsur tradisional dan modern.


Dua penampil utama dalam momen ini adalah Maharani Dhinda Ganes Wahyuningtyas, S.Pd., guru Bimbingan Konseling sekaligus pelatih Ekstrakurikuler Tari SMATAG Surabaya, bersama Anggun Fanina, siswi kelas XII-2. Mereka tampil di tengah perhelatan Yudisium Fakultas Teknik Untag Surabaya pada 14 Agustus 2025.


SMATAG Surabaya memang dikenal aktif melestarikan seni tradisional melalui Ekstrakurikuler Tari yang rutin tampil di berbagai ajang, termasuk mengisi beragam kegiatan di Untag Surabaya.


“Tari Sparkling Surabaya ini kami pilih karena sesuai dengan tema acara. Gerakannya semarak dan bisa membangkitkan semangat penonton,” ujar Maharani (14/8)


Tarian ini merupakan kreasi baru yang lahir pada 2007 oleh seniman Surabaya, Diaztiarni, untuk memperingati ulang tahun Kota Surabaya. Keunikannya terletak pada perpaduan gaya tari Jawa Timur dengan sentuhan modern. Nama “Sparkling” yang berarti berkilau melambangkan semangat dan dinamika kehidupan masyarakat Surabaya.


Yang membuat penampilan ini spesial adalah kolaborasi antara guru dan siswa. Awalnya, panitia hanya meminta Maharani tampil sendiri. Namun, ia memutuskan mengajak Anggun agar pertunjukan terasa lebih hidup.


“Kalau hanya satu penari, fokusnya terlalu ke satu orang. Dengan dua penari, suasananya lebih meriah,” imbuh Guru BK tersebut


Meski tampil di panggung besar, Maharani mengaku tidak menemui kesulitan.


“Latihannya relatif mudah karena tarian ini sudah sering kami tampilkan. Tantangannya justru menjaga agar setiap penampilan tetap maksimal,” ungkapnya


Partisipasi SMATAG Surabaya di acara ini mendapat apresiasi karena menjadi bukti konsistensi sekolah dalam mengembangkan potensi seni siswanya.


“Kami ingin ekskul ini terus hidup agar siswa mengenal budayanya sendiri. Harapan saya, anak-anak bangga terhadap budaya lokal dan terus melestarikannya,” tutur Maharani.


Selain fokus pada pembelajaran, SMATAG Surabaya mendorong siswanya aktif di berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. Ekskul tari tradisional tetap menjadi favorit, meskipun modern dance juga berkembang.


“Alhamdulillah setiap tahun masih ada peminat baru. Kami ingin semua anak berkembang bersama, baik yang sudah mahir maupun pemula,” tutup Maharani


Penampilan anggun Maharani Dhinda dan Anggun menjadi bukti bahwa SMATAG Surabaya tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang mencintai dan menjaga budaya bangsa. Hal ini menegaskan komitmen sekolah sebagai wadah kreativitas sekaligus pelestarian budaya lokal. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id