Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menampilkan kreativitas mereka melalui gelaran Diversum Synergasia Vol. 3.0 yang menghadirkan praktik pembelajaran berbasis event, kewirausahaan, dan kolaborasi dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengimplementasikan berbagai mata kuliah seperti Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), kewirausahaan, administrasi bisnis, hingga industri kreatif. Seluruh pembelajaran itu diwujudkan dalam bentuk bazar, kompetisi, dan aktivitas interaktif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Diversum Synergasia Vol. 3.0 merupakan hasil kolaborasi lintas program studi dan angkatan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 4 mata kuliah MICE, mahasiswa semester 6 mata kuliah Entrepreneurship, mahasiswa Administrasi Bisnis mata kuliah Kewirausahaan, serta mahasiswa kelas E yang menginisiasi kompetisi Mobile Legends dan Cosplay League turut berperan dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Kegiatan yang digelar di Kampung Jepang Surabaya pada Sabtu (13/6/26) tersebut menghadirkan puluhan stan bazar yang diisi mahasiswa dan pelaku usaha lokal. Selain itu, rangkaian acara juga dimeriahkan berbagai kompetisi, mulai dari turnamen Mobile Legends, lomba cosplay, hingga penilaian Stand Terbaik dan Kostum Terbaik yang menjadi daya tarik pengunjung.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Deretan stan berwarna-warni menawarkan beragam produk kreatif, mulai dari kuliner, photobooth, hingga jasa kreatif mahasiswa. Pengunjung tampak menikmati kegiatan dengan mencicipi produk, mencoba wahana, serta berfoto bersama peserta cosplay berkostum unik. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ruang hiburan dan interaksi sosial bagi masyarakat sekitar.
Wakil Ketua Pelaksana Diversum Synergasia Vol. 3.0, Shalsabila Hans Kidid, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh teman-teman panitia yang sudah bekerja keras untuk melaksanakan Diversum Synergasia ini. Kepada para pelaku bazar dan peserta, terima kasih atas seluruh antusiasmenya. Semoga semua yang hadir di sini dapat menikmati dan berbahagia dalam acara yang telah kami selenggarakan,” ujarnya (13/6)
Mewakili fakultas, Wakil Dekan FISIP Untag Surabaya, Muhammad Insan Romadon, S.I.Kom., M.Med.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat menghubungkan pembelajaran kampus dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sebelum kegiatan ini digelar, pihak fakultas telah lebih dulu melakukan berbagai kolaborasi bersama masyarakat Kampung Jepang, termasuk revitalisasi sanggar seni dengan memadukan unsur tradisional dan modern. Dari rangkaian tersebut, muncul gagasan untuk mengangkat potensi kuliner warga yang selama ini belum banyak dikenal luas.
Potensi itu kemudian dikembangkan melalui pendekatan social entrepreneurship, dengan tujuan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menjadi jembatan antara pembelajaran di kelas dan praktik di lapangan.
"Kami mencoba mengangkat potensi itu dalam balutan tema social entrepreneurship. Biasanya mata kuliah entrepreneurship dilakukan di dalam kelas, tetapi kali ini kami geser ke luar kampus sehingga mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat," kata Insan.
Apresiasi juga diberikan kepada para dosen pengampu serta mahasiswa yang terlibat, baik dalam pelaksanaan bazar maupun panitia MICE yang turut mengoordinasikan keseluruhan rangkaian kegiatan.
“Harapannya, kita bisa berkontribusi dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Karena kalau bukan kita yang mencoba melakukan sesuatu, lalu siapa lagi. Tema kita hari ini adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” tutupnya
Diversum Synergasia Vol. 3.0 tidak hanya menjadi ruang penyelenggaraan event bagi mahasiswa, tetapi juga sarana pembelajaran langsung dalam mengelola usaha, membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta menerapkan konsep kewirausahaan sosial yang berdampak bagi lingkungan sekitar. (Dini)