Menapak Jejak Wali Lima Cara Siswa SMATAG Surabaya Bangun Spirit dan Tawakal

  • 29 Januari 2026
  • 2057

Pembelajaran nilai spiritual dan sejarah tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Melalui pengalaman langsung, siswa diajak memahami makna keteladanan dan perjalanan dakwah Islam. Berangkat dari hal tersebut, Sie Kerohanian Islam (SKI) SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya menggelar kegiatan Ziarah Wali Lima untuk menanamkan nilai spiritual sekaligus pemahaman sejarah Islam kepada siswa.


Kegiatan Ziarah Wali Lima ini merupakan agenda rutin SKI SMATAG Surabaya dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Pada tahun ini, ziarah dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan mengunjungi sejumlah makam wali yang berada di wilayah Jawa Timur.


Guru Pendidikan Agama Islam SMATAG Surabaya, Muhammad Luqmanul Hakim, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana edukatif yang memadukan ibadah dan pembelajaran sejarah. Melalui kunjungan langsung ke situs-situs bersejarah, siswa diajak mengenal lebih dekat tokoh-tokoh besar penyebar agama Islam di Pulau Jawa, khususnya Wali Lima.


“Melalui kegiatan Ziarah Wali Lima ini, kami ingin mengajarkan kepada siswa pentingnya mengunjungi situs sejarah serta mengenal sosok-sosok penyebar agama Islam di Pulau Jawa, khususnya Wali Lima,” ujar Luqmanul Hakim (26/1)


Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya melakukan ziarah dan doa di makam para wali, tetapi juga diajak mengenal lingkungan sekitar situs sejarah. Setelah ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi serta pengenalan peninggalan sejarah yang terdapat di sekitar lokasi.


Menurut Luqmanul Hakim, ziarah ini juga menjadi media pembinaan karakter spiritual siswa. Salah satu nilai utama yang ingin ditanamkan adalah sikap tawakal setelah melakukan ikhtiar, baik dalam belajar maupun menjalani aktivitas sehari-hari.


“Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa setelah berusaha dan belajar dengan sungguh-sungguh di sekolah, langkah terakhir adalah bertawakal dan berdoa kepada Allah. Melalui wasilah para auliya Allah, kami berharap apa yang dihajatkan oleh para siswa maupun lembaga dapat dikabulkan,” jelasnya.


Kegiatan Ziarah Wali Lima diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan pemahaman siswa tentang sejarah perkembangan Islam di Jawa melalui pengalaman langsung di lokasi bersejarah, sehingga pembelajaran agama menjadi lebih aplikatif dan bermakna dalam membentuk siswa yang beriman, berilmu, serta memiliki pemahaman sejarah dan spiritual yang kuat.


“Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan siswa lebih memahami latar belakang sejarah berkembangnya Islam di Jawa, tidak hanya dari buku pelajaran, tetapi juga dari pengalaman langsung,” tutup Luqman (Boby)





https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\