Game online Roblox tengah menjadi sorotan publik di Indonesia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengimbau anak-anak untuk tidak memainkan game tersebut karena dianggap memuat konten negatif yang tidak mendidik.
"Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya, karena itu tidak baik ya,” ujar Mu'ti (5/8) dilansir Kompas.com.
Pernyataan ini memicu perbincangan luas, mengingat Roblox memiliki jutaan pemain di Tanah Air. Berdasarkan survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bertajuk “Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2025”, tercatat 28,17 persen responden mengaku memainkan game online, sementara 71,83 persen lainnya tidak. Dari kelompok yang bermain, 2,07 persen di antaranya merupakan pemain Roblox.
Jika diproyeksikan ke total pengguna internet Indonesia yang mencapai 229,4 juta orang, jumlah pemain game online diperkirakan sekitar 64,6 juta orang. Dari angka tersebut, sekitar 1,33 juta orang adalah pemain Roblox.
Data APJII yang dilansir Kompas.com juga mengungkap bahwa Roblox menempati peringkat keenam game online terpopuler di Indonesia pada 2025. Peringkat pertama dipegang Mobile Legends: Bang Bang (48,99 persen), disusul Free Fire (23,05 persen), PUBG (11,05 persen), Candy Crush Saga (3,81 persen), dan FIFA Mobile (3,60 persen).
Mayoritas pemain game online di Indonesia (34,91 persen) menghabiskan waktu bermain sekitar 1–2 jam. Di bawahnya, ada yang bermain 2–3 jam (30,30 persen), 3–4 jam (15,80 persen), kurang dari 1 jam (10,94 persen), dan lebih dari 4 jam (8,05 persen). Survei APJII ini dilakukan pada 10 April–16 Juli 2025.
Survei ini melibatkan 8.700 responden dari 38 provinsi, dilakukan pada 10 April–16 Juli 2025. Mayoritas pemain game online di Indonesia (34,91 persen) menghabiskan waktu bermain sekitar 1–2 jam. Sementara itu, 30,30 persen bermain 2–3 jam, 15,80 persen bermain 3–4 jam, 10,94 persen kurang dari 1 jam, dan 8,05 persen bermain lebih dari 4 jam.
Meski APJII tidak merinci durasi bermain tersebut secara pasti, imbauan ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak. Dengan jumlah pemain Roblox yang mencapai jutaan di Indonesia, pengawasan dan edukasi literasi digital dinilai penting agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara sehat dan aman. (Eka)