Nilai PERTIWI Ditegaskan sebagai Identitas Lulusan Untag Surabaya

  • 19 Februari 2026
  • 58

Budaya PERTIWI kembali ditegaskan Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, sebagai fondasi pembentukan karakter lulusan Untag Surabaya. Nilai tersebut dipandang sebagai pembeda utama lulusan Kampus Merah Putih di tengah dinamika pendidikan tinggi dan perubahan global.


Menurutnya, karakter lulusan Untag Surabaya tidak dibangun semata melalui capaian akademik, melainkan melalui internalisasi nilai yang terangkum dalam akronim PERTIWI dan diterapkan secara konsisten di seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan.


“Di kampus Merah Putih, mahasiswa tidak cuma dikenalkan dengan nasionalisme, tetapi ditempa menjadi patriot,” tegas J. Subekti (14/2)


Ia menekankan, PERTIWI bukan sekadar slogan, melainkan kerangka pembentukan karakter yang membedakan lulusan Untag Surabaya dengan perguruan tinggi lainnya. Akronim tersebut mencakup:

• Patriotisme: Semangat berkorban demi bangsa dan negara

• Etika Profesi: Kepatuhan pada norma dan standar profesional

• Ramah Lingkungan: Komitmen menjaga kelestarian alam, termasuk keberadaan puluhan tanaman langka di lingkungan kampus

• Transparansi dan Toleransi: Keterbukaan dalam tata kelola dan sikap inklusif

• Integritas: Loyalitas kepada Tuhan, bangsa, almamater, keluarga, dan diri sendiri

• Wawasan Global: Berakar di Surabaya namun berpikiran mendunia

• Inovasi: Kemampuan menciptakan terobosan di tengah kemajuan teknologi


Patriotisme di Kampus Merah Putih, lanjutnya, tidak berhenti pada nasionalisme simbolik, tetapi membentuk pribadi yang siap berkorban demi kepentingan bangsa dan masyarakat. Etika profesi menjadi penuntun dalam setiap langkah karier, sementara integritas menjadi fondasi moral yang tidak dapat ditawar.


Komitmen ramah lingkungan juga diwujudkan secara konkret di lingkungan kampus. Ia bahkan mengajak para lulusan untuk melihat langsung kontribusi tersebut.


 “Kelilinglah Untag Surabaya. Lihatlah, di kampus ini ditanam pohon-pohon langka yang tidak bisa Anda temukan di tempat lain. Sudah ada 97 jenis tanaman langka sebagai sumbangsih kampus untuk bumi Indonesia,” ujarnya.


Selain aspek lingkungan, transparansi dan toleransi ditegaskan sebagai budaya tata kelola yang dijalankan secara terbuka dan inklusif. Sementara wawasan global dan inovasi menjadi dorongan agar lulusan mampu beradaptasi dan bersaing di tengah percepatan transformasi teknologi.


Penegasan nilai PERTIWI tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Wisuda ke-132 Untag Surabaya yang berlangsung pada 14–15 Februari 2026. Ia mengajak para lulusan untuk berperan aktif menghadirkan solusi.


“Bergeraklah dengan keilmuan Anda dengan inovasi-inovasi baru. Kemajuan teknologi dan teknologi informasi membawa dampak positif dan negatif. Mari para sarjana, para magister, para doktor Untag Surabaya mengatasi dampak-dampak negatif itu agar Untag Surabaya benar-benar berarti bagi masyarakat,” tutupnya


Ajakan tersebut menjadi penegasan bahwa lulusan diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang berlandaskan nilai PERTIWI. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\