Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Universitas 17 Agustus 1945 (PARAMATAGS) Surabaya berhasil meraih Silver Medal pada Festival Paduan Suara (FESPA) Universitas Surabaya (Ubaya).Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan sekaligus menandai kembalinya PARAMATAGS ke ajang kompetisi paduan suara setelah beberapa tahun vakum.
Festival yang terbuka untuk umum itu diikuti oleh berbagai tim paduan suara dari sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Malang, dan Yogyakarta. Pada kompetisi kategori Mixed Choir yang digelar pada Jumat (5/6), PARAMATAGS menurunkan tim beranggotakan 34 mahasiswa.
Dalam penampilannya yang berlangsung selama 15 menit, PARAMATAGS membawakan tiga repertoar, yakni O Salutaris Hostia, Memeluk Senja, dan Tentang Jarak. Penampilan tersebut berhasil mengantarkan tim meraih Silver Medal.
Ketua Umum PARAMATAGS, Charlyn Meytreesa, mengaku bangga atas hasil yang diraih timnya. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota selama masa persiapan.
“Tentunya bangga dan senang, apalagi ini merupakan lomba pertama yang kami ikuti setelah beberapa tahun vakum dalam perlombaan paduan suara,” ujarnya (12/5)
Sebelum tampil dalam kompetisi, PARAMATAGS terlebih dahulu menggelar Pre-Contest Performance di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 6 Untag Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pembina UKM, pelatih, senior, alumni, serta perwakilan UKM sebagai ajang evaluasi akhir sebelum berlaga. Berbagai masukan yang diberikan menjadi bahan perbaikan bagi tim untuk mematangkan penampilan.
Persiapan menuju kompetisi juga menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, PARAMATAGS mempersiapkan perlombaan dengan masa latihan sekitar satu bulan.
Meski berhasil meraih Silver Medal, tim tetap menerima sejumlah catatan evaluasi dari dewan juri. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan meliputi teknik pernapasan dan ketepatan intonasi saat bernyanyi.
Di balik pencapaian tersebut, Charlyn menilai semangat para anggota menjadi momen paling berkesan selama proses persiapan. Seluruh anggota, menurutnya, mampu menunjukkan komitmen tinggi meskipun harus membagi waktu dengan berbagai aktivitas akademik maupun pekerjaan.
“Hal yang paling berkesan saat melihat teman-teman tetap semangat latihan dalam waktu sekitar satu bulan. Mereka mampu menghafal tiga lagu dan membagi waktu di tengah kesibukan kerja, praktikum, maupun tugas kuliah hingga akhirnya bisa menyelesaikan lomba ini sampai tuntas,” katanya
Keberhasilan di FESPA Ubaya 2026 menjadi motivasi bagi PARAMATAGS untuk terus mengembangkan kualitas penampilan dan prestasinya. Setelah kembali merasakan atmosfer kompetisi tingkat nasional, organisasi tersebut berharap dapat mengikuti lebih banyak festival dan perlombaan paduan suara pada masa mendatang.
“Kalau tingkat nasional sudah, kenapa tidak mencoba sampai internasional,” tutup Charlyn (Dini)