Suasana religius terasa di lingkungan SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya pada 10–11 Maret 2026. Melalui kegiatan Pondok Ramadan, para siswa menerima materi keagamaan sekaligus mempraktikkan langsung ibadah sebagai bagian dari pembinaan spiritual selama bulan suci.
Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap untuk setiap jenjang kelas agar seluruh siswa dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan lebih tertib dan kondusif. Pada hari pertama (10/3), Pondok Ramadan diikuti oleh siswa kelas 8 dan kelas 9. Sementara itu, siswa kelas 7 dijadwalkan mengikuti kegiatan pada hari berikutnya (11/3).
Selama dua hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai materi yang berkaitan dengan ibadah di bulan Ramadan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang puasa, zakat fitrah, serta berbagai amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan suci. Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik ibadah agar siswa dapat memahami sekaligus menerapkannya dengan benar.
Para siswa tampak aktif mengikuti materi yang disampaikan oleh guru. Hal tersebut terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab, di mana beberapa siswa menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan terkait materi yang diberikan.
Salah satu praktik ibadah yang dilakukan adalah simulasi salat Idul Fitri. Dalam sesi ini, para siswa mempelajari tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri sekaligus mempraktikkannya secara langsung dengan bimbingan guru. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat dzuhur berjamaah di lingkungan sekolah.
Ketika sesi praktik ibadah berlangsung, para siswa mengikuti setiap gerakan salat dengan tertib sambil memperhatikan arahan guru agar gerakan dan bacaan dapat dilakukan dengan benar.
Guru SMPTAG Surabaya, Nurul Huda, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat iman siswa melalui pemahaman dan praktik langsung dalam beribadah.
“Kami juga mengajarkan tata cara salat yang benar. Walaupun setiap hari para siswa tentunya melakukan salat, tetapi kami ingin mereka mengetahui bagaimana cara melaraskan gerakan salat dengan pikiran, dan menurut saya itu yang paling sulit,” ujarnya (10/3)
Ia menambahkan bahwa kegiatan Pondok Ramadan juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali tradisi kegiatan keagamaan yang pernah dilaksanakan sebelum masa pandemi Covid-19. Pada waktu itu, kegiatan bahkan pernah dilaksanakan hingga sahur bersama di sekolah.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan saya ada perubahan pada ibadah anak-anak, menjadi lebih tekun dalam beribadah dan tingkah laku menjadi lebih baik, bahkan interaksi dengan sesama bisa menjadi lebih sopan lagi,” tambahnya.
Kegiatan Pondok Ramadan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan karakter spiritual bagi siswa SMPTAG Surabaya, sekaligus memperkuat nilai-nilai religius selama bulan suci Ramadan. (Dini)