Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI), Prof. Dr. Thomas Suyatno, hadir di tengah pelantikan Rektor, Wakil Rektor, dan pejabat struktural Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya periode 2025–2029, membawa pesan optimisme bagi masa depan pendidikan tinggi swasta di Indonesia.
Dengan senyum hangat dan energi yang tak lekang dimakan usia, Prof. Thomas menyampaikan pandangan mendalam yang mengaitkan arah pendidikan tinggi dengan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan delapan kemerdekaan. Baginya, dunia pendidikan memegang peranan penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
“Yang pertama, merdeka dari malnutrisi. Ini tugas besar, termasuk bagi Fakultas Kedokteran yang hadir di Untag Surabaya,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin. (19/8)
Ia juga menyoroti tantangan besar bangsa seperti kemiskinan, lapangan kerja, dan kebodohan. Dengan gaya khas yang menyelipkan humor segar, Prof. Thomas mengajak Untag Surabaya berperan aktif mengentaskan kebodohan dan meningkatkan kualitas SDM.
“Saya menjadi Kepala sekolah SMA pada tahun 1962. Tekad saya saat itu sama dengan sekarang, mengurangi tingkat kebodohan. Tapi faktanya kita masih tertinggal dari Vietnam. Ini akan menjadi kerja keras kita bersama,” tuturnya
Di hadapan sivitas akademika, Prof. Thomas memberikan apresiasi atas kekompakan dan perkembangan Untag Surabaya. Menurutnya, modal tersebut menjadi kunci untuk terus melaju menuju kelas internasional.
“Saya tidak pernah ragu-ragu kalau di undang oleh Untag. Untag Surabaya akan terus melaju menjadi kampus berkelas internasional. Modalnya adalah kekompakan dan semangat inovasi,” tegasnya Prof.Thomas
Ia juga memuji komposisi kepemimpinan baru Untag Surabaya yang dinilai progresif, dengan banyaknya wajah muda dan keterwakilan perempuan hingga 30 persen.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Thomas menyatakan keyakinannya bahwa Untag Surabaya siap menjawab tantangan zaman.
“Dengan akreditasi unggul, ada prodi-prodi yang sudah terakreditasi internasional, dan pimpinan yang visioner, saya tidak meragukan lagi, Untag Surabaya akan mencapai reputasi internasional,” pungkasnya.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi Untag Surabaya untuk menguatkan langkah menuju reputasi global, sejalan dengan optimisme Prof. Thomas bahwa perguruan tinggi ini akan menjadi salah satu kunci kemajuan pendidikan tinggi swasta di Indonesia. (Boby)