Sebanyak 1.037 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Setelah dilepas di Lapangan Timur Untag Surabaya, Senin (6/7), mereka menuju 29 desa di Kecamatan Bungah dan Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Prosesi pelepasan dihadiri Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya beserta jajaran, Rektor Untag Surabaya beserta jajaran, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) beserta jajaran, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Sebanyak 15 bus dan 28 kendaraan elf disiapkan untuk mengantarkan mahasiswa ke lokasi KKN. Dari total peserta, 583 mahasiswa ditempatkan di 16 desa di Kecamatan Bungah, sedangkan 454 mahasiswa lainnya akan melaksanakan KKN di 13 desa di Kecamatan Sidayu.
Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., mengatakan seluruh peserta telah memperoleh berbagai pembekalan sebelum diterjunkan ke masyarakat. Pembekalan tersebut meliputi teknologi tepat guna, kewirausahaan, hingga materi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa.
“Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, seluruh mahasiswa telah memperoleh berbagai pembekalan, mulai dari program teknologi tepat guna, program kewirausahaan, hingga program-program yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa,” ujarnya (6/7)
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik universitas selama menjalankan pengabdian.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta KKN agar senantiasa menjaga diri dengan baik, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, serta menghargai dan menghormati kearifan lokal di setiap desa tempat saudara melaksanakan pengabdian," pesannya.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga membawa nilai-nilai positif sebagai representasi Untag Surabaya di tengah masyarakat.
“Saudara-saudara sekalian sebagai duta Untag Surabaya sesungguhnya sedang menjalankan proses transfer budaya. Berikan teladan yang baik kepada masyarakat, seperti budaya bekerja sama, budaya kerja keras, budaya saling menghargai, dan budaya saling menghormati sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mencerminkan karakter mahasiswa Untag Surabaya,” tuturnya
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa juga akan mengikuti sejumlah agenda pendukung yang diselenggarakan LPPM. Pada 9 Juli 2026, peserta KKN di Kecamatan Sidayu dijadwalkan mengikuti pelatihan Business Model Canvas. Sehari berikutnya, peserta KKN di Kecamatan Bungah akan mengikuti pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa dalam Mewujudkan Good Governance.
Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan supervisi pada 15 Juli 2026 oleh LPPM bersama jajaran rektorat dan unsur pimpinan universitas untuk memantau pelaksanaan program kerja mahasiswa di seluruh lokasi KKN. (Dini)