Siapkan Fondasi WiFi 7, DSI YPTA Fokus Perluas WiFi 6

  • 30 September 2025
  • 3067

Perkembangan teknologi jaringan nirkabel semakin pesat, salah satunya dengan hadirnya WiFi 7 yang digadang-gadang membawa lompatan besar dibanding generasi sebelumnya. Kecepatan maksimum WiFi 7 bisa mencapai 5 Gbps pada perangkat seluler standar, atau sekitar 2,4 kali lebih cepat dibandingkan WiFi 6 dengan konfigurasi yang sama, dilansir dari Jawapos.com.


Seiring kemajuan teknologi ini, Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya terus berupaya meningkatkan layanan internet di lingkungan kampus agar siap menghadapi tuntutan koneksi yang lebih cepat dan stabil. 


Menurut Muhammad Rohmattullah, M.Kom., Wakil Manajer Jaringan dan Hardware DSI YPTA Surabaya, WiFi 7 memang menghadirkan lompatan besar dibanding WiFi 6, namun penerapannya di Indonesia masih terbatas.


“WiFi 7 di Indonesia belum optimal. Perangkat yang mendukung masih sangat sedikit, hanya ada di beberapa smartphone flagship seperti seri terbaru Samsung dan iPhone. Sementara perangkat menengah hingga low-end belum bisa memanfaatkannya,” jelas Rohmat (25/9).


Secara teknis, WiFi 6 menggunakan saluran dengan lebar maksimum 160 MHz, sementara WiFi 7 menggandakannya menjadi 320 MHz. Perbedaan ini memungkinkan lebih banyak data dikirim dalam waktu singkat, meningkatkan kecepatan koneksi, sekaligus membuat lebih banyak perangkat dapat terhubung tanpa gangguan.


Selain itu, WiFi 7 memiliki kepadatan data lebih tinggi berkat teknologi 4K QAM (4096-QAM), dibanding WiFi 6 yang masih menggunakan 1024-QAM. Perbedaan ini membuat WiFi 7 mampu mengemas lebih banyak informasi dalam setiap sinyal, sehingga efisiensi data meningkat sekitar 20 persen dan memberikan pengalaman internet lebih cepat serta stabil.


Keunggulan lain WiFi 7 adalah fitur Multi-Link Operation (MLO). Saat ini, router WiFi bekerja di beberapa frekuensi (2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz), tetapi perangkat biasanya hanya bisa memilih satu frekuensi. Dengan MLO, perangkat dapat menggunakan dua atau lebih frekuensi secara bersamaan, membuat koneksi lebih cepat, stabil, dan minim gangguan. Teknologi ini sangat bermanfaat untuk aktivitas seperti gim daring, konferensi video, hingga streaming 4K/8K.


WiFi 7 juga lebih fleksibel dalam pemanfaatan saluran. Jika WiFi 6 menganggap seluruh saluran terganggu ketika ada gangguan, WiFi 7 hanya akan mengabaikan bagian yang bermasalah dan tetap menggunakan bagian saluran lain. Hal ini membuat WiFi 7 lebih tangguh di lingkungan padat jaringan.


Meski belum menerapkan WiFi 7, DSI YPTA terus melakukan troubleshooting menyeluruh di tiga satuan pendidikan, yaitu Untag Surabaya, SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya, dan SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya. Proses ini mencakup pengecekan konfigurasi perangkat, server, data center, firewall, hingga koneksi eksternal.


“Kalau jaringan internal terbukti aman dan lancar, namun pengguna merasa lambat saat mengakses internet, biasanya permasalahannya ada pada perangkat pengguna atau situs yang diakses. Misalnya, akses website pemerintah kadang memang lambat karena server pusatnya padat,” tegas Wakil Manajer Jaringan dan Hardware tersebut


Saat ini, DSI YPTA Surabaya tengah melakukan revitalisasi jaringan dari WiFi 5 ke WiFi 6. Proses ini dimulai sejak 2022 di Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya, dilanjutkan ke Gedung Pascasarjana pada 2023, Gedung R. Ing Soekonjono pada 2024, dan pada 2025 menyasar area Gedung D, E, F, G, serta beberapa access point outdoor.


Rohmat menegaskan, WiFi 5 berpotensi menimbulkan bottleneck, layaknya jalan sempit yang tidak mampu menampung arus lalu lintas data. Dengan WiFi 6, kapasitas lebih luas sehingga satu access point bisa optimal untuk 50 pengguna, bahkan hingga 100 pengguna meski dengan sedikit penurunan kecepatan.


Peningkatan kapasitas ini menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah mahasiswa Untag Surabaya. Hasilnya, stabilitas jaringan meningkat, mendukung kelancaran berbagai kegiatan penting kampus, mulai dari wisuda daring, perkuliahan hybrid, hingga streaming acara akademik maupun non-akademik.


DSI YPTA Surabaya juga memiliki rencana pengembangan jaringan, termasuk implementasi Education Roaming (Eduroam) agar mahasiswa internasional dapat mengakses internet kampus menggunakan akun dari kampus asal mereka. WiFi 7 tetap menjadi target untuk diterapkan, namun penerapannya menunggu kesiapan ekosistem perangkat dan kebutuhan pengguna. 


“Kalau kita langsung migrasi ke WiFi 7 sekarang, perangkat lawas seperti laptop keluaran lama hanya akan mentok di WiFi 5 dan tidak bisa terkoneksi. Itu akan merugikan mahasiswa. Karena itu, kami realistis, mungkin 3–5 tahun lagi baru bisa diterapkan secara luas di kampus,” imbuh Rohmat


Rohmat menegaskan, kualitas jaringan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga pemerataan akses. Oleh karena itu, transisi bertahap dari WiFi 5 ke WiFi 6 sambil menyiapkan fondasi untuk WiFi 7 dipandang sebagai langkah paling tepat.


“Kita ingin jaringan yang tidak hanya cepat, tetapi juga inklusif. Semua perangkat, baik high-end maupun low-end, tetap bisa terkoneksi. Prinsip kami adalah jangan sampai demi mengejar teknologi terbaru, justru banyak pengguna yang tertinggal,” tutupnya (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id