Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya dalam ajang Tamaddun Afkar (TAMAF) Cup 3. Kejuaraan pencak silat tingkat remaja yang diikuti 54 kontingen dari berbagai sekolah dan perguruan silat ini berlangsung ketat dan kompetitif.
Edisi ketiga TAMAF Cup menjadi momen gemilang bagi kontingen SMATAG yang sukses meraih dua gelar Juara 1 dan tiga gelar Juara 2 dari berbagai kategori tanding remaja. Prestasi tersebut diraih oleh:
- Abraar Faadilah, Juara 1 Kelas F Remaja Putra
- Melisa Cantika Putri, Juara 1 Kelas C Remaja Putri
- Mochammad Ferdiansyah Panji Setiawan, Juara 2 Kelas Open Poll Remaja Putra
- Zhio Bintang Aryanto, Juara 2 Kelas D Remaja Putra
- Septian Dwi Cahyo, Juara 2 Kelas D Remaja Putra
Kejuaraan TAMAF Cup 3 yang digelar pada 14–15 Februari 2026 di Lippo Plaza Sidoarjo ini mempertemukan atlet remaja dari berbagai daerah dalam persaingan sengit. Dari ajang inilah para atlet SMATAG Surabaya menunjukkan hasil latihan yang telah mereka jalani.
Bagi Mochammad Ferdiansyah Panji Setiawan, siswa kelas 10 yang turun di kategori Open Poll Remaja Putra, kejuaraan ini bukan sekadar tentang podium, melainkan proses dan kebersamaan tim.
“Saya senang sekali karena bisa merasakan susah dan senang bersama teman-teman satu kontingen. Saya juga bangga dengan hasil kerja keras latihan yang sudah dijalani,” ujarnya (25/2)
Ia menjelaskan, persiapan dilakukan melalui latihan teknik tanding, pemahaman peraturan pertandingan, serta peningkatan kondisi fisik agar siap menghadapi lawan. Tantangan terbesar yang dirasakannya adalah mengatasi rasa takut saat bertanding sekaligus membagi waktu antara latihan dan kewajiban sekolah. Ferdiansyah menilai kepercayaan diri dan ketenangan menjadi faktor penting di arena.
“Kita harus percaya diri, siap menghadapi lawan tanpa rasa takut, dan mencoba teknik yang sudah diajarkan saat latihan. Sebelum bertanding juga wajib berdoa agar diberikan kelancaran,” jelasnya.
Pengalaman bertanding tersebut juga menumbuhkan harapan bagi Ferdiansyah terhadap perkembangan pencak silat di sekolah. Sebagai salah satu penggerak kegiatan pencak silat SMATAG Surabaya, ia berharap semakin banyak atlet berani mengikuti kejuaraan dan menargetkan prestasi lebih tinggi. Ia menekankan pentingnya evaluasi serta peningkatan kualitas latihan agar mampu bersaing di ajang berikutnya.
Prestasi serupa diraih Melisa Cantika Putri, siswi kelas 10 yang sukses meraih Juara 1 Kelas C Remaja Putri. Ia mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya setelah menjalani persiapan sekitar satu bulan sebelum lomba melalui latihan intensif, menjaga pola makan, serta memperbaiki teknik.
“Saya tentu senang dan bersyukur setelah meraih Juara 1. Kemenangan ini terasa istimewa karena didukung oleh teman, keluarga, dan sekolah,” tuturnya.
Saat menunggu giliran tanding, Melisa mengaku sempat merasa gugup. Namun, ia berusaha menenangkan diri dengan berdoa dan fokus pada strategi yang telah dilatih bersama pelatih. Tantangan terbesarnya adalah menghadapi lawan dengan teknik baik sambil menjaga stamina dan konsentrasi selama pertandingan.
“Menurut saya, kunci utamanya adalah kerja keras, disiplin, mental yang kuat, dan tidak mudah menyerah meskipun sedang tertinggal poin,” tambahnya.
Melisa pun menyampaikan pesan motivasi kepada siswa lain agar tidak ragu mengejar mimpi.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Kalau ingin berprestasi di pencak silat, harus berani keluar dari zona nyaman dan siap berlatih dengan sungguh-sungguh,” pesannya
Keberhasilan lima atlet SMATAG Surabaya dalam TAMAF Cup 3 tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga mencerminkan konsistensi pembinaan dan semangat juang generasi muda dalam melestarikan sekaligus mengukir prestasi di cabang olahraga pencak silat. (Dini)