Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Untag Surabaya menggelar Temu Alumni lintas angkatan Program Studi Sastra Jepang dan Sastra Inggris pada Sabtu (23/5/26) di Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah berbagi pengalaman karier antara alumni dan mahasiswa.
Kegiatan dihadiri Dekan FIB Untag Surabaya Dr. Pariyanto, M.Ed., dosen FIB, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), HIMASI, HIMAWARI, serta alumni lintas angkatan. Tercatat sekitar 90 alumni telah mengonfirmasi kehadiran melalui Google Form, bahkan jumlah peserta yang hadir diperkirakan melebihi angka tersebut.
Dalam sambutannya, Dr. Pariyanto menyampaikan bahwa temu alumni terakhir kali digelar pada era 2000-an dengan jumlah peserta yang masih terbatas. Menurutnya, tingginya antusiasme pada kegiatan tahun ini menunjukkan hubungan alumni dengan almamater yang semakin erat.
“Temu alumni ini tidak hanya seremonial saja, harapannya adalah saling mengenal dan akrab kembali antar alumni dengan almamater. Begitu juga dengan sesama alumni, yang berkarier di bidang berbeda bisa saling sharing pengalaman dan informasi kerja. Bagi yang masih mencari lowongan kerja juga bisa memperoleh manfaat dari kegiatan networking nanti di akhir,” ujarnya (23/5)
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan alumni menjadi salah satu indikator perkembangan kualitas FIB Untag Surabaya, khususnya dalam mendukung program internasionalisasi fakultas.
“Kesuksesan alumni adalah cerminan bahwa FIB sudah semakin baik,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sharing session dan informasi kerja yang menghadirkan sejumlah alumni secara langsung maupun daring. Salah satu alumni yang hadir secara virtual ialah Andreas Kristiandi, alumni Sastra Jepang angkatan 2015. Dalam sesi tersebut, Andreas membagikan pengalamannya menjalani kuliah sambil bekerja sebagai pengajar bahasa Jepang secara lepas hingga akhirnya memperoleh kesempatan berjejaring dengan alumni yang bekerja di Jepang.
Selain Andreas, Irza Romadhoni, lulusan tahun 2025 yang kini bekerja di bidang pendampingan tenaga kerja Indonesia di Jepang, turut membagikan pengalamannya. Baru enam bulan bekerja di negara tersebut, Irza menceritakan proses adaptasi kerja sekaligus peluang karier bagi lulusan FIB di luar negeri.
Sharing session tidak hanya menghadirkan alumni yang berada di Indonesia, tetapi juga melibatkan alumni yang sedang bekerja di luar negeri secara virtual. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya FIB Untag Surabaya dalam memperluas koneksi internasional sekaligus membuka peluang magang dan kerja luar negeri bagi mahasiswa.
Suasana acara semakin meriah saat sesi kuis dan tanya jawab berhadiah digelar. Para peserta tampak antusias mengikuti permainan serta aktif berinteraksi dengan alumni dan panitia.
Pada penghujung acara, FIB Untag Surabaya membentuk Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) tingkat fakultas dan program studi yang disahkan langsung oleh Dekan FIB. Pembentukan IKBA tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara alumni dengan fakultas sekaligus memperluas jejaring serta ruang berbagi pengalaman karier dan dunia kerja bagi mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. (Dini)