Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk membeli platform media sosial asal China, TikTok, dari induk perusahaannya, ByteDance.
Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump tidak secara eksplisit menyebut nama TikTok. Namun ia menyinggung adanya sebuah kesepakatan penting terkait aplikasi yang populer di kalangan generasi muda Amerika Serikat.
Ia menyebut pertemuan perdagangan besar di Eropa antara AS dan China berjalan sangat baik dan telah menghasilkan kesepakatan mengenai sebuah perusahaan yang dianggap penting untuk diselamatkan. Trump juga menginformasikan rencananya untuk berbicara langsung dengan Presiden China Xi Jinping pada Jumat (19/9) mendatang.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan kesepakatan pembelian TikTok masih bergantung pada syarat-syarat yang diajukan Beijing. “Mitra kami dari China telah mengajukan permintaan yang sangat agresif,” kata Bessent dalam pernyataannya bersama Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer, dikutip dari Reuters.
Saat ini, delegasi AS dan China tengah mendiskusikan divestasi TikTok dari ByteDance sebagai bagian dari pembicaraan yang lebih luas mengenai tarif dan kebijakan ekonomi.
Pertemuan terbaru digelar di Palacio de Santa Cruz, Madrid, pada Minggu (14/9). Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, dan menjadi babak keempat dalam empat bulan terakhir. Selain isu TikTok, pembicaraan juga mencakup tarif impor terkait minyak Rusia.
Pemerintah Washington sebelumnya menegaskan bahwa TikTok akan dilarang beroperasi di AS kecuali jika kepemilikannya berpindah ke perusahaan asal Amerika.
Bessent mengungkapkan bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan dalam detail teknis, meski masih terdapat tantangan besar dalam menyepakati isu-isu fundamental. Ia menilai proses negosiasi masih perlu dilanjutkan agar tercapai pemahaman bersama.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki informasi baru terkait negosiasi tersebut. Ia menegaskan kembali bahwa China telah berulang kali menyampaikan posisinya mengenai TikTok dalam forum resmi. (Eka)