Tradisi Kemerdekaan Bertemu Kreativitas Zaman Now di SMATAG Surabaya

  • 21 Agustus 2025
  • 3158

SMATAG Surabaya kembali memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80 dengan rangkaian lomba 17-an penuh semangat dan kreativitas. Selama empat hari, 12–15 Agustus 2025, lapangan sekolah dipenuhi tawa, sorak-sorai, dan keceriaan siswa yang berkompetisi dalam berbagai perlombaan tradisional dan modern.


Hari pertama dibuka dengan lomba klasik seperti Relay Sarung, Bakiak, Makan Kerupuk, Suap Kerupuk, Kardus Bagoyang, hingga Estafet Air. Keesokan harinya, suasana semakin meriah dengan Tarik Tambang, Balap Karung, Masukkan Paku ke Botol, Cukurukuk, Estafet Corong Air, dan Estafet Gelas dengan Balon.


Memasuki hari ketiga (14/8), sentuhan kreativitas semakin terasa. Lomba Clash of Creativity (CoC) hadir sebagai “wajah baru” yang mengikuti tren zaman kini. Melalui tantangan pengetahuan umum hingga praktikum sains yang dipandu guru, siswa diajak mengasah literasi, berpikir kritis, dan bekerja sama dalam tim. Selain itu, Mading Pop Art, Pipa Bocor, Voli Balon, serta penilaian Kebersihan Kelas turut menjadi ajang unjuk bakat dan kekompakan.


Salah satu yang paling menyita perhatian adalah lomba bakiak. Bukan sekadar adu cepat, lomba ini menuntut kekompakan penuh. Setiap langkah harus seirama agar tim tetap seimbang. Tawa penonton selalu pecah ketika ritme goyah, menciptakan momen lucu yang menambah semarak suasana.


Wakil Kepala Kesiswaan SMATAG Surabaya, Sujarno, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan.


“Dengan adanya lomba 17-an ini diharapkan akan menimbulkan semangat anak didik kami, meningkatkan kreativitas anak didik kami, supaya juga dapat mempererat rasa persatuan dan kesatuan diantara siswa siswi smatag,” ungkap Sujarno saat wawancara (14/8/25)


Seluruh rangkaian ditutup pada 15 Agustus dengan Awarding Day dan Chant Class sebagai puncak acara. Sorak-sorai kemenangan bercampur rasa puas, terlepas dari siapa yang membawa pulang gelar juara.


“Harapan kami agar siswa siswi itu merasa senang untuk tetap berada di SMATAG Surabaya, selain itu kita juga mengajarkan bahwa kegiatan di sekolah tidak selalu belajar saja, tetapi ada kegiatan di luar kelas, seperti lomba-lomba yang kami adakan ini,” tutup Sujarno


Gelaran lomba 17-an ini membuktikan bahwa sekolah bukan hanya ruang belajar, tetapi juga wadah interaksi, kreativitas, dan sportivitas. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi cara menjaga tradisi kemerdekaan agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Aldi)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id