Kompetisi tidak selalu hanya tentang menjadi yang terbaik. Bagi para peserta Untag Law Competition (ULC) 2026, proses berkompetisi menjadi ruang untuk menguji keberanian menyampaikan gagasan, mempertajam cara berpikir, dan memperoleh pengalaman baru di bidang hukum.
Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini berlangsung melalui kolaborasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Debate Agathe Yuridis (DAY). ULC 2026 mempertemukan pelajar SMA/SMK sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi tersebut menghadirkan dua cabang lomba, yakni National Law Debate Competition dan National Essay Competition. Melalui dua cabang tersebut, peserta diajak tidak hanya memahami persoalan hukum, tetapi juga menyusun gagasan, membangun argumentasi, dan menyampaikan pandangan secara terstruktur.
Rangkaian ULC 2026 diawali dengan babak penyisihan secara daring pada 9 Agustus 2026 melalui Zoom Meeting. Peserta yang lolos kemudian melanjutkan kompetisi pada babak utama yang digelar secara luring di Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing. Soekonjono, Untag Surabaya, pada 15 Agustus 2026.
Mengusung tema “Efektivitas Kebijakan Hukum Guna Menjamin Kesejahteraan, Perlindungan, Pengembangan, dan Keadilan Sosial Peserta Didik Indonesia Berlandaskan Pancasila”, ULC 2026 mengajak peserta melihat persoalan hukum tidak hanya dari sisi aturan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan peserta didik.
Tema tersebut menjadi pijakan bagi peserta dalam membangun argumentasi, mengkritisi kebijakan, serta menawarkan gagasan terhadap persoalan pendidikan dan hukum. Dengan demikian, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga ruang belajar untuk memahami hubungan antara hukum, kebijakan, dan keadilan sosial.
Berbeda dari babak penyisihan yang berlangsung daring, babak utama memberikan pengalaman kompetisi yang lebih langsung dan interaktif. Peserta dapat bertemu dengan kompetitor dari berbagai daerah, berdiskusi, sekaligus mempertahankan gagasan di hadapan dewan juri.
Ketua Pelaksana ULC 2026, Siska Hamidah, mengatakan kompetisi ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang. Menurutnya, ULC menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pembelajaran melalui proses kompetisi.
“Kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang menang dan kalah. Melalui kompetisi ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengembangkan diri, menambah pengalaman, serta mendapatkan pembelajaran baru,” ujar Siska (15/8).
Memasuki babak utama, suasana kompetisi berlangsung lebih intens. Peserta tidak hanya dituntut mampu menyusun gagasan, tetapi juga menyampaikannya secara jelas dan terstruktur. Dalam sesi presentasi, setiap peserta diberikan waktu 20 menit untuk memaparkan gagasan dan argumentasi yang telah disiapkan.
Babak utama kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang. Pada Untag Law Debate Competition, Juara I diraih Tim Humble Bumble dari SMAK St. Louis 1 Surabaya. Juara II diraih Tim Gaok dari SMA Karangturi Semarang, sedangkan Juara III diraih Tim Pandawa dari MA Insan Cendekia Nusantara.
Sementara itu, pada National Essay Competition, Juara I diraih SMAS UPH College Tangerang. Juara II diraih SMAK IPEKA Tomang Jakarta Barat, dan Juara III diraih SMK Kesehatan Yannas Husada Bangkalan.
Bagi para peserta, pengalaman berkompetisi di ULC 2026 diharapkan tidak berhenti pada hasil perlombaan. Gagasan yang telah disampaikan, perdebatan yang dilalui, serta pengalaman bertemu peserta dan juri menjadi bagian dari proses belajar yang dapat dibawa pulang dan dikembangkan pada kesempatan berikutnya.
Melalui ULC 2026, Fakultas Hukum Untag Surabaya memberi ruang bagi pelajar untuk mengenal dunia hukum secara lebih dekat. Kompetisi ini juga menjadi sarana untuk melatih keberanian, memperkuat nalar kritis, dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan hukum serta keadilan sosial di Indonesia. (Dini)