Untag Surabaya Hadirkan Film Pendek Karya Kolaborasi Mahasiswa

  • 24 Agustus 2026
  • 31

Ruang belajar mahasiswa tidak selalu berada di dalam kelas. Pengalaman baru juga dapat hadir ketika mahasiswa terlibat dalam sebuah karya, bekerja bersama lintas bidang, dan berani mencoba hal di luar aktivitas akademik.


Semangat tersebut tampak dalam film pendek “Kita yang Menulis Cerita” yang diproduksi melalui kolaborasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama JG Media. Film berdurasi sekitar 20 menit itu melibatkan mahasiswa dari empat unit kegiatan mahasiswa (UKM), yakni UKM Graha Cinema, UKM Teater, UKM Musik, dan Lensa 17.


Film “Kita yang Menulis Cerita” diputar dalam kegiatan screening yang berlangsung di Ruang R. Soeparman Hadipranoto, Grha Wiyata Lantai 9, Untag Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, pimpinan Untag Surabaya, kepala sekolah SMATAG dan SMPTAG Surabaya, dosen, mahasiswa, serta siswa SMP dan SMA 17 Agustus 1945 Surabaya.


Para aktor dalam film tersebut merupakan mahasiswa Untag Surabaya yang dipilih melalui proses casting. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya sinema kampus sekaligus membuka ruang pengembangan kreativitas di luar kegiatan akademik.


Film ini mengangkat kisah Lea, generasi muda yang berada di persimpangan antara mimpi pribadi dan persoalan hidup yang harus dihadapi. Lea digambarkan memiliki impian menjadi penulis dan telah menyelesaikan bukunya. Namun, dalam perjalanannya, ia menghadapi tekanan internal maupun eksternal yang membuatnya harus menentukan pilihan.


Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., menjelaskan bahwa cerita dalam film tersebut terinspirasi dari berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai kampus turut dimasukkan ke dalam alur cerita sebagai pendekatan dalam menghadapi konflik yang dialami tokoh.


Supangat menilai film tersebut tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mengajak penonton melihat bagaimana sebuah persoalan dapat dihadapi dan dicari jalan keluarnya.


“Bagaimana kita menyikapi sebuah masalah, itu bisa ada solusinya, seperti dalam ending alur cerita tadi,” jelasnya (14/8).


Pesan tersebut kemudian dikembangkan melalui sesi jajak pendapat interaktif atau live polling setelah pemutaran film. Moderator mengajak peserta membayangkan diri berada di posisi Lea dan menentukan keputusan ketika menghadapi berbagai tekanan, termasuk teror, vandalisme, hingga tekanan publik.


Peserta yang hadir dapat mengikuti live polling dengan memindai kode batang yang telah disediakan dan mengakses tautan daring. Sesi tersebut membuat pemutaran film terasa lebih partisipatif karena penonton tidak hanya menyaksikan cerita, tetapi juga diajak ikut merefleksikan pilihan tokoh utama.


Di balik proses produksi, pengalaman baru juga dirasakan mahasiswa yang terlibat sebagai pemain. Salah satunya Devita Permatasari, mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur semester 7, yang turut ambil bagian dalam film tersebut.


Devita mengaku keikutsertaannya dalam produksi film didorong oleh keinginan untuk memperluas relasi dan memperoleh pengalaman baru di luar aktivitasnya bersama UKM Teater.


“Selain dari UKM Teater, aku juga ingin mencari relasi baru dan pengalaman baru, bukan hanya berteater saja,” ungkap Devita.


Menurut Devita, proses produksi film memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam mengatur mimik wajah, ekspresi, serta memahami karakter yang diperankan. Beberapa adegan bahkan harus dilakukan berulang kali agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan cerita.


“Tantangannya pasti ada. Dari aku pribadi, susah mengondisikan mimik wajah dan ekspresinya. Beberapa kali take, lalu harus memahami karakter yang sedang diperankan juga,” jelasnya.


Kolaborasi Untag Surabaya, JG Media, dan empat UKM ini tidak hanya menghasilkan karya sinema. Proses produksi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk bekerja dalam tim, mengeksplorasi kemampuan, membangun relasi, dan memahami proses kreatif dari balik layar.


Film “Kita yang Menulis Cerita” kini dapat disaksikan secara penuh melalui kanal YouTube Untag Surabaya. Karya ini diharapkan dapat memperluas ruang kreativitas mahasiswa sekaligus mengajak penonton merefleksikan pilihan, tekanan, dan keberanian generasi muda dalam mengejar mimpi. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id