Untag Surabaya kembali melahirkan penelitian doktoral yang menjawab tantangan dunia industri. Melalui disertasinya, Dr. Johan Paing Heru Waskito, S.T., M.T., menawarkan strategi keberlanjutan bagi kontraktor kelas menengah untuk menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis.
Gagasan tersebut dipresentasikan dalam Ujian Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya yang berlangsung di Meeting Room Lt. 1 Graha Wiyata Untag Surabaya pada 8 Juni 2026.
Dalam penelitian tersebut, Johan yang merupakan Dosen Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma Surabaya memfokuskan kajian pada kontraktor kelas menengah yang dinilai sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Menurutnya, kelompok kontraktor ini memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai proyek pembangunan, namun di saat yang sama menghadapi tantangan besar akibat perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis.
“Topik ini saya ambil karena lingkungan perusahaan berubah begitu cepat dan menuntut strategi yang inovatif dari kontraktor untuk mempertahankan kinerjanya dalam membangun sustainability agar tetap eksis dan berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya (8/6)
Perjalanan menempuh pendidikan doktoral selama empat tahun juga menghadirkan tantangan tersendiri. Latar belakang keilmuan yang berasal dari Teknik Sipil membuatnya harus beradaptasi dengan pendekatan penelitian di bidang ekonomi yang berbeda dari disiplin ilmu yang selama ini digelutinya.
Ia menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan Teknik Sipil, metode penelitian yang umum digunakan adalah metode eksperimental. Sementara itu, dalam program doktoral yang ditempuhnya, pendekatan yang digunakan lebih banyak berfokus pada metode kuantitatif dan pengembangan teori ekonomi.
“Ini membuat saya harus mempelajari dasar-dasar teori ekonomi, terutama metodologi penelitiannya. Karena selama di Teknik Sipil metode yang digunakan adalah eksperimental, sedangkan di sini menggunakan metode kuantitatif,” jelasnya.
Ketertarikannya pada bidang manajemen konstruksi sebenarnya telah dimulai sejak masa studi sarjana. Ia menempuh pendidikan S1 Teknik Sipil di Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan bidang keutamaan manajemen konstruksi. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di Institut Teknologi Bandung pada Program Manajemen Rekayasa Konstruksi sebelum akhirnya memperdalam aspek manajerial melalui studi doktoral.
Melalui hasil disertasinya, Johan berharap penelitian yang dilakukan tidak hanya memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjembatani kebutuhan dunia akademik dengan praktik industri konstruksi di lapangan.
“Harapannya, hasil disertasi ini dapat membuat bidang pendidikan semakin berdampak dan berkontribusi kepada aspek pelaksana di lapangan, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan dunia konstruksi,” tuturnya.
Temuan dalam disertasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku industri konstruksi, khususnya kontraktor kelas menengah, dalam merumuskan strategi bisnis yang adaptif dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia konstruksi di tengah dinamika bisnis yang terus berubah. (Dini)