Video tugas mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya tidak hanya menjadi bagian dari penilaian Ujian Akhir Semester (UAS). Melalui Sustainability Accounting Creative Video Competition, karya terbaik mahasiswa juga berpeluang diajukan untuk pencatatan hak cipta.
Kompetisi tersebut digelar pada Kamis (9/7/2026) sebagai tahap akhir proyek mata kuliah Akuntansi Keberlanjutan. Kegiatan ini mengangkat tema ekonomi sirkular dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Penjurian berlangsung di Ruang Rapat FEB Lantai 5 Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya. Kegiatan tersebut mempertemukan video terbaik hasil seleksi dari empat kelas mata kuliah Akuntansi Keberlanjutan.
Ketua Badan Jaminan Mutu Keilmuan (BJMK) Mata Kuliah Akuntansi Keberlanjutan, Dr. I. B. Ketut Bayangkara, S.E., M.M., menjelaskan bahwa proyek ini diikuti empat kelas yang diampu oleh tiga dosen. Setiap kelas terlebih dahulu menyeleksi tiga video terbaik sebelum dinilai kembali di tingkat fakultas.
“Setiap kelas menyeleksi tiga video terbaik, yang kemudian dinilai kembali untuk menentukan tiga karya terbaik tingkat fakultas. Penjurian ini merupakan bentuk penghargaan atas kreativitas mahasiswa sekaligus mendorong mereka memahami isu keberlanjutan melalui karya yang aplikatif,” ujarnya.
Untuk menjaga objektivitas dan menghindari konflik kepentingan, dosen pengampu mata kuliah tidak dilibatkan dalam proses penilaian. Penjurian dilakukan oleh tiga juri independen dari sejumlah unit di lingkungan Untag Surabaya dan YPTA Surabaya.
Ketiga juri tersebut ialah Handy Febri Satoto, S.T., M.T. dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya; Rahma Kusumasari, S.I.Kom. dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Untag Surabaya; serta Nur Siti Latifah, S.E., M.M. dari Warta 17 Agustus - Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya.
Aspek penilaian meliputi kesesuaian tema, orisinalitas ide, kreativitas penyajian, kualitas produksi, keakuratan materi, dampak pesan, serta ketepatan waktu pengumpulan.
Melalui proyek ini, mahasiswa didorong tidak hanya memahami konsep ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan secara teoritis. Mereka juga diarahkan untuk menerapkan konsep tersebut dalam karya kreatif yang dapat memberi pesan edukatif bagi lingkungan dan masyarakat.
Ketua Program Studi Akuntansi FEB Untag Surabaya, Dr. Maulidah Narastri, S.E., M.A., CGAA, mengatakan kompetisi tersebut merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning yang menghasilkan luaran akademik bernilai tambah.
“Video yang dihasilkan mahasiswa tidak hanya menjadi tugas perkuliahan, tetapi juga memiliki potensi untuk didaftarkan sebagai hak cipta. Karena itu, kami turut menghadirkan perwakilan LPPM yang membidangi paten dan hak cipta sebagai salah satu dewan juri,” jelasnya.
Menurut Maulidah, karya terbaik mahasiswa akan dipublikasikan melalui platform digital. Sebagian karya juga direncanakan untuk diajukan dalam proses pencatatan hak cipta agar memiliki perlindungan dan nilai tambah sebagai luaran pembelajaran.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep Akuntansi Keberlanjutan, tetapi juga mampu menerapkannya melalui karya yang kreatif dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat,” tutupnya. (Dini)?