Xaviera Putri Ajak Mahasiswa Baru Untag Surabaya Berani Mencoba

  • 01 September 2026
  • 5

Bagi Xaviera Putri, masa perkuliahan bukan sekadar perjalanan untuk meraih gelar akademik. Empat tahun sebagai mahasiswa merupakan kesempatan untuk mencoba berbagai hal, menemukan pengalaman baru, membangun relasi, sekaligus menentukan arah kehidupan setelah lulus.


“Masa menjadi mahasiswa baru adalah waktu yang tepat untuk mengambil banyak risiko dan mencoba banyak tantangan,” ujar Xaviera saat berbagi pengalaman akademik dan pengembangan diri kepada mahasiswa baru Untag Surabaya dalam rangkaian PKKMB 2026, Sabtu (29/8/26).


Sosok yang dikenal melalui ajang Clash of Champions tersebut menilai, tahun-tahun awal perkuliahan dapat menjadi turning point untuk membawa kehidupan ke arah yang lebih baik. Karena itu, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan berbagai pengalaman yang hadir selama berada di perguruan tinggi.


Meski demikian, keberanian mencoba perlu disertai kemampuan menentukan prioritas. Pengalaman Xaviera pada tahun pertama kuliah membuatnya menyadari bahwa antusiasme yang besar perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola waktu. Tidak semua kegiatan harus diikuti secara bersamaan.


Ia menyarankan mahasiswa membuat perencanaan terhadap kegiatan yang ingin diikuti, baik organisasi, komunitas, maupun perlombaan. Setiap kegiatan dapat ditempatkan berdasarkan prioritas pada semester atau tahun tertentu sehingga dapat dijalani secara maksimal tanpa mengorbankan tanggung jawab lainnya.


Keseimbangan juga perlu dijaga antara kegiatan akademik dan nonakademik. Xaviera membaginya ke dalam tiga aspek yang perlu diperhatikan mahasiswa, yakni akademik, nonakademik, dan kebiasaan sehari-hari.


Dalam bidang akademik, mahasiswa perlu memahami karakter setiap mata kuliah dan memperhitungkan beban kegiatan yang dimiliki. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak terlalu banyak berpindah fokus dalam satu waktu. Sementara di luar akademik, mahasiswa dapat memilih organisasi, komunitas, atau perlombaan yang benar-benar ingin didalami.


Di tengah kesibukan tersebut, kebiasaan sehari-hari juga tidak boleh diabaikan. Tidur yang cukup, mengonsumsi air putih, dan menjaga pola makan menjadi hal sederhana yang tetap perlu diperhatikan ketika aktivitas perkuliahan semakin padat.


Selain berani mencoba, Xaviera mendorong mahasiswa untuk aktif mencari peluang sejak tahun pertama. Kesempatan mendapatkan beasiswa, magang, maupun program pengembangan diri dapat mulai diburu lebih awal. Menurutnya, riset menjadi salah satu kunci untuk menemukan peluang yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing.


“Semakin banyak mencoba, semakin banyak pengalaman yang kita dapatkan. Dari kegagalan, kita bisa mengetahui apa yang harus diperbaiki, apa yang salah, dan apa yang ternyata tidak cocok untuk kita,” ungkapnya.


Bagi Xaviera, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Justru dari pengalaman tersebut, mahasiswa dapat mengenali kemampuan, memperbaiki kekurangan, dan memahami hal-hal yang sesuai maupun tidak sesuai dengan dirinya.


Kehadiran Xaviera dalam rangkaian PKKMB 2026 turut mendapat dukungan Promag sebagai sponsor kegiatan. Dukungan tersebut turut meramaikan rangkaian penyambutan mahasiswa baru Untag Surabaya.


Ia pun mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa perkuliahan untuk mencoba, bertemu banyak orang, membangun pengalaman, sekaligus belajar dari kegagalan yang ditemui.


“Lebih baik gagal karena mencoba daripada tidak pernah mencoba sama sekali,” pesannya.


Pesan Xaviera menjadi pengingat bahwa empat tahun perkuliahan tidak hanya tentang mengejar capaian akademik. Ada ruang untuk mencoba, gagal, belajar, membangun relasi, menemukan peluang, dan perlahan menemukan arah diri. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id