13 Juli Ditetapkan sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan YME

  • 13 Juli 2026
  • 16

Pemerintah resmi menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengakuan kepada penghayat kepercayaan sekaligus memperkuat nilai keberagaman di Indonesia.


Mengutip IDN Times, penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tertuang dalam Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026. Peringatan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keberadaan penghayat kepercayaan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.


Pemilihan tanggal 13 Juli didasarkan pada nilai historis yang berkaitan dengan proses perumusan konstitusi Indonesia menjelang kemerdekaan. Pada masa itu, frasa "dan kepercayaannya" mulai dibahas sebagai bagian dari jaminan kebebasan setiap warga negara dalam menjalankan keyakinannya. Karena itu, tanggal tersebut dinilai memiliki makna penting dalam perjalanan pengakuan terhadap penghayat kepercayaan di Indonesia.


Penetapan hari peringatan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjang para penghayat kepercayaan dalam memperoleh pengakuan dari negara. Selama bertahun-tahun, berbagai pihak telah mendorong hadirnya hari peringatan sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai kepercayaan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.


Selain memiliki nilai historis, Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diharapkan menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki beragam agama, budaya, dan kepercayaan yang hidup berdampingan. Kondisi tersebut menjadi salah satu identitas bangsa yang perlu terus dijaga melalui sikap toleransi dan saling menghargai.


Pemerintah juga menegaskan bahwa 13 Juli bukan merupakan hari libur nasional. Peringatan ini ditetapkan sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai kebinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah, nilai toleransi, dan penghormatan atas keberagaman yang menjadi bagian dari identitas bangsa. (Aura)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

BERITA TERKAIT