5 Doa Pendek yang Perlu Diajarkan pada Anak Sejak Kecil

  • 07 November 2025
  • 36

Doa bukan sekadar rangkaian kata, melainkan jembatan batin antara manusia dan Tuhan. Mengajarkan doa sejak dini kepada anak-anak menjadi langkah penting dalam membentuk karakter yang beriman, tenang, dan penuh rasa syukur.


Banyak orang tua kini mulai menyadari bahwa doa tidak hanya dilakukan ketika membutuhkan sesuatu, melainkan juga sebagai wujud kedekatan dengan Sang Pencipta. Anak yang dibiasakan berdoa sejak kecil umumnya memiliki kesadaran spiritual yang lebih kuat dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan hati yang sabar.


Melansir dari Detik Jateng, terdapat banyak doa pendek yang mudah dihafal anak-anak. Di antara puluhan doa harian, ada lima yang paling sering diajarkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari anak, mulai dari bangun tidur, makan, hingga belajar. Pembiasaan berdoa sejak dini tidak hanya memperkuat nilai religius, tetapi juga menanamkan rasa syukur, kesabaran, dan tanggung jawab dalam diri anak.


Berikut lima doa yang dapat mulai diajarkan kepada anak-anak di rumah maupun di sekolah:


Doa Bangun Tidur


"Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur" Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami kembali.”


Doa Sebelum Makan


"Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaa bannaar" Artinya: “Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan jauhkan kami dari siksa api neraka.”


Doa Sesudah Makan


"Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alanaa minal muslimin" Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami sebagai orang Islam.”


Doa Sebelum Tidur


"Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut" Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.”


Doa Sebelum Belajar


"Rabbi zidni ‘ilma"  Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu.”


Membiasakan anak-anak berdoa sejak dini, bukan hanya keimanan yang terbentuk, tetapi juga karakter yang kuat, rasa syukur, dan kebiasaan positif yang akan mereka bawa hingga dewasa. Langkah sederhana ini menjadi pondasi penting bagi anak untuk menghadapi hidup dengan hati yang tenang, bijaksana, dan penuh tanggung jawab. (Salsha)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\