Sebanyak 50 lulusan Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Untag Surabaya tahun akademik 2025/2026 resmi dikukuhkan melalui prosesi Sumpah Profesi Insinyur, Kamis (5/2/26), di Gedung Graha Wiyata Lantai 9, Untag Surabaya.
Momen pengukuhan ini menandai kesiapan para lulusan untuk mengemban tanggung jawab profesional di bidang keteknikan. Wakil Dekan Fakultas Teknik, Ir. Nurfadillah Saves, S.T., M.T., membacakan Surat Keputusan Dekan tentang kelulusan yang menetapkan 50 peserta dinyatakan lulus yudisium pada semester gasal tahun akademik 2025/2026.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keterangan Lulus oleh Ketua Program Studi PSPPI serta penyematan helm insinyur sebagai simbol kehormatan profesi oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur. Para lulusan dipanggil satu per satu ke depan sesuai barisan tempat duduk untuk menerima simbol tersebut sebagai penanda telah memenuhi kompetensi profesional sesuai standar keinsinyuran.
Fakultas Teknik Untag Surabaya turut memberikan apresiasi kepada 15 lulusan dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik. Dari jumlah tersebut, Nur Said menempati peringkat pertama dengan IPK 3,96 dan dinobatkan sebagai lulusan teladan Program Profesi Insinyur. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dekan Fakultas Teknik melalui prosesi pengalungan bunga dan penyerahan piagam.
Puncak kegiatan ditandai dengan pengucapan Sumpah Insinyur yang dipandu Ketua PII Wilayah Jawa Timur. Seluruh peserta berdiri bersama didampingi rohaniwan untuk mengikrarkan komitmen profesi, menjunjung tinggi kode etik, mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap karya keinsinyuran.
Usai pengucapan sumpah, dilakukan penandatanganan berita acara oleh perwakilan lulusan lintas agama sebagai bentuk legalitas dan penguatan komitmen formal. Tahapan ini menegaskan status profesional para lulusan sebagai insinyur.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menegaskan bahwa gelar insinyur merupakan amanah besar yang menuntut integritas dalam setiap karya keinsinyuran.
“Gelar insinyur di depan nama saudara adalah simbol tanggung jawab besar, bukan sekadar gelar akademis.Sumpah yang baru saja saudara ucapkan adalah pengikat moral sesuai kode etik profesi. Saya meminta saudara mengutamakan keselamatan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, serta menjaga lingkungan hidup dalam setiap karya yang saudara buat,” ujar Rektor Untag Surabaya (5/2)
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut kemampuan adaptasi berkelanjutan.
“Pembangunan infrastruktur nasional membutuhkan inovasi. Saya berharap insinyur lulusan Untag Surabaya tidak hanya menjadi teknokrat, tetapi juga pemecah masalah yang tangguh, berintegritas, dan menjunjung tinggi profesionalisme,” tambahnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan data lulusan kepada perwakilan alumni Fakultas Teknik sebagai upaya penguatan jejaring profesional, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah. Prosesi ini menegaskan komitmen Untag Surabaya dalam melahirkan insinyur yang beretika, kompeten, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional. (Boby)