Al-Quran Al-Akbar Palembang, Mushaf Kayu Terbesar yang Mendunia

  • 05 Desember 2025
  • 2904

Al-Qur’an Al-Akbar, yang dikenal sebagai mushaf kayu terbesar di dunia, terus menjadi magnet wisata religi di Palembang, Sumatera Selatan. Karya ukir monumental ini bukan hanya menunjukkan keindahan seni budaya Melayu Palembang, tetapi juga memperkuat identitas kota sebagai pusat wisata spiritual.


Dikutip dari Kompas.com, destinasi ini mengalami lonjakan jumlah pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.


Didirikan pada 2012, Al-Qur’an Al-Akbar kini memasuki usia 13 tahun dan menjadi salah satu karya seni ukir paling ikonik di Indonesia. Ketua Tim Pemandu Wisata, Syakroni, menyampaikan bahwa setiap bulan ribuan wisatawan datang berkunjung, termasuk pelancong dari Malaysia.


Al-Qur’an Al-Akbar terletak di Jalan Mohammad Amin 109, Gandus, Palembang, tepatnya di area Pondok Pesantren Al Ihsaniyah. Kunjungan meningkat pesat setiap hari libur dan peringatan hari besar Islam. Selain wisatawan domestik, wisatawan dari Singapura, Brunei, dan Timur Tengah juga makin banyak berdatangan dalam beberapa tahun terakhir, terutama berkat viralnya berbagai dokumentasi Al-Qur’an raksasa ini di media sosial.


Harga tiket masuk ditetapkan sebesar Rp 15.000 untuk anak-anak dan Rp 20.000 untuk dewasa, dengan jam operasional mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB setiap hari.


Detail Ukiran yang Mengesankan: 630 Lembaran Kayu Raksasa


Al-Qur’an Al-Akbar dibuat dari kayu tembesu berkualitas tinggi yang terkenal tahan puluhan tahun. Keseluruhannya terdiri dari 630 halaman, masing-masing berukuran 177 cm × 140 cm × 2,5 cm, lengkap 30 juz.


Proyek ini menelan bahan baku sekitar ±40 m³ kayu dengan biaya produksi sekitar Rp 2 miliar. Proses pengerjaannya berlangsung selama kurang lebih 12 tahun dan melibatkan para pengukir lokal.


Karya ini diresmikan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, serta mendapat pengakuan sebagai salah satu pencapaian seni ukir terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga didaftarkan sebagai salah satu aset budaya unggulan Sumatera Selatan dan kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa seni dan kebudayaan berbagai universitas.


Pengelola menyediakan beragam fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, mulai dari mini theatre religi, spot foto tematik, replika singgasana Kerajaan Sriwijaya, ruang tadarus dan musala, butik songket dan toko suvenir, area kuliner, hingga toilet, tempat istirahat, serta area parkir luas berbasis infak.


Petugas juga siap memberikan penjelasan mengenai sejarah pembangunan, teknik pengukiran, serta makna filosofis ornamen Palembang yang menghiasi setiap lembar mushaf.


Meski popularitasnya terus meningkat, akses menuju kawasan Gandus masih memerlukan perbaikan. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang kerap dikeluhkan pengunjung. Pemerintah daerah disebut tengah meninjau rencana peningkatan infrastruktur demi mendukung potensi wisata religi ini.


Sejumlah komunitas lokal dan pegiat pariwisata juga berharap kawasan ini mendapatkan perhatian lebih, mengingat potensi ekonominya yang besar bagi UMKM sekitar.


Ukuran raksasa, nilai seni tinggi, dan kekuatan spiritual yang mendalam menjadikan Al-Qur’an Al-Akbar sebagai landmark wisata religi yang membanggakan Indonesia. Kawasan ini bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembelajaran seni ukir, destinasi edukasi agama, serta ruang refleksi bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana religius di Kota Palembang. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\