Alumni Arsitektur Untag Dorong Mahasiswa Siap Bersaing di Dunia Global

  • 19 November 2025
  • 2892

Peluang karier dan studi lanjut bagi lulusan arsitektur Indonesia kian luas di era global. Hal itu dibahas dalam kuliah tamu Arsitektur Untag Surabaya bersama Hanny Chandra Pratama, Ph.D., alumni yang kini mengajar di King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand.


Kegiatan bertema “Peluang Karier dan Kuliah Lanjut sebagai Lulusan Arsitektur di Luar Negeri: Dari Arsitektur Untag ke Dunia Global” ini digelar pada Kamis, 12 November 2025, di Meeting Room Q205, Gedung H. Roeslan Abdulghani, Untag Surabaya. Kuliah tamu dibuka oleh Dr. Ar. Andarita Rolalisasi, S.T., M.T., IPM., IAI., selaku Ketua Program Studi Arsitektur, dan dimoderatori oleh Rahman Hakim, S.T., M.Ars.L. Acara dihadiri puluhan mahasiswa yang antusias menggali peluang karier internasional.


Dalam pemaparannya, Hanny menjelaskan bahwa lulusan arsitektur Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Dunia internasional kini membutuhkan tenaga ahli yang menguasai teknologi bangunan, riset, serta keahlian digital. Menurutnya, peluang ini terbuka luas bagi mahasiswa yang mempersiapkan diri sejak dini.


“Saya tidak berasal dari keluarga berprivilege, tetapi saya tidak berhenti belajar dan mencoba,” ungkapnya (12/11).


Hanny juga membagikan kisah perjalanannya, mulai dari kuliah di Untag Surabaya, memperoleh beasiswa penuh S2 di Khon Kaen University, hingga menyelesaikan studi doktoral di Suranaree University of Technology, Thailand. Ia menyebut pengalaman kuliah di Untag menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya.


“Kekeluargaan antara dosen dan mahasiswa di Untag sangat hangat. Bahkan delapan tahun setelah lulus, para dosen masih berinteraksi dengan saya. Suasana seperti ini membentuk pengalaman akademik yang berharga,” ujarnya.


Selain berbagi pengalaman, Hanny juga memberikan pesan kepada mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 atau berkarier di luar negeri. Ia menekankan pentingnya membangun portofolio sejak awal, mengikuti kompetisi nasional dan internasional, terlibat dalam penelitian dosen, serta aktif menjadi asisten dosen untuk memperkuat profil akademik.


“Kesempatannya besar sekali. Tapi kalian harus mengembangkan diri mulai sekarang. Akses informasi juga makin mudah, jadi cari peluang bukan lagi hal yang sulit,” pesannya.


Hanny turut menguraikan peluang karier bagi lulusan arsitektur di luar negeri dengan gaji kompetitif, termasuk posisi seperti BIM Specialist, 3D Modeler, hingga Green Building Specialist.


Ia juga menjelaskan persyaratan umum beasiswa di Thailand, mulai dari kemampuan akademik, portofolio, hingga pengalaman riset.


Menutup sesi, ia meninggalkan pesan inspiratif bagi mahasiswa. “Cari potensimu, bangun privilege-mu sendiri, dan jadilah versi terbaik dari dirimu.” tutupnya.


Melalui kegiatan ini, Program Studi Arsitektur Untag Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam membuka wawasan internasional dan menyiapkan lulusan yang siap bersaing di kancah global, baik di dunia akademik maupun industri arsitektur. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\