Apakah Kamu Benar-Benar Produktif, atau Cuman Sibuk?

  • 16 September 2025
  • 1100

Notion, Trello, Google Calendar, hingga habit tracker kini jadi bagian dari keseharian mahasiswa Gen Z. Jadwal terlihat rapi, to-do list penuh centang, tapi tetap saja banyak yang merasa burnout. Pertanyaannya: apakah benar produktif, atau sekadar terlihat sibuk secara performatif?




Di media sosial, narasi hustle culture makin kencang bangun jam 5 pagi, aktif di tiga organisasi, kerja freelance, dan tetap meraih IPK tinggi. Seolah kalau tidak sibuk berarti gagal. Padahal, menurut Forbes dan Youth Ki Awaaz, hustle culture justru sering menjadi jalan pintas menuju kelelahan emosional.






Aplikasi produktivitas seperti Notion, Forest, atau Todoist memang membantu mengatur waktu, tetapi desainnya kadang mendorong toxic productivity. Fitur streak, badge, dan reminder bisa memicu kecemasan, rasa bersalah, dan ilusi produktivitas. Akibatnya, mahasiswa lebih sibuk mengejar checklist kecil ketimbang menyelesaikan pekerjaan yang benar-benar bermakna.




Produktivitas sejati bukan diukur dari berapa banyak yang dikerjakan, melainkan seberapa relevan dan berdampak hasil yang dicapai. Gen Z kini punya kesempatan mendefinisikan ulang sukses, bukan lewat jadwal padat, melainkan lewat hidup yang seimbang, penuh makna, dan berkelanjutan. (Ivan)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\