Aprillicia Bawa SMATAG Surabaya ke Panggung Nasional Duta Pelajar Anti Narkoba 2025

  • 13 November 2025
  • 56

Aprillicia Frisca Dewi, siswi kelas XI-2 SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, berhasil menembus Top 20 finalis nasional Duta Pelajar Anti-Narkoba 2025. Prestasi ini diraih setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan peserta dari berbagai kota di Indonesia.


Ajang Duta Pelajar Anti-Narkoba digagas untuk menumbuhkan generasi muda yang sadar dan peduli terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk tampil sebagai agen perubahan sekaligus teladan dalam menyebarkan pesan hidup sehat dan produktif tanpa narkoba.


Motivasi Aprillicia berangkat dari keprihatinannya terhadap perilaku remaja di lingkungan sekitar yang mulai terpapar kebiasaan berisiko. Ia menilai, isu narkoba tidak lagi jauh dari kehidupan pelajar, bahkan sudah muncul di usia muda.


“Saya tertarik ikut karena merasa di sekitar saya, terutama di lingkungan remaja, masih banyak yang belum sadar bahaya penyalahgunaan zat. Kadang ada anak SMP yang mulai coba-coba, bahkan sekadar mencium bensin. Dari situ saya ingin jadi agen perubahan,” tuturnya (4/11).


Seleksi Duta Pelajar Anti-Narkoba terdiri dari beberapa tahap, mulai dari seleksi administrasi, tes pengetahuan umum, psikotest, hingga tantangan penyebaran pesan positif di media sosial dan lingkungan sekitar. Para peserta juga diwajibkan membuat program kerja nyata yang relevan dengan isu narkoba di kalangan remaja. Setiap tahapan menuntut kreativitas dan konsistensi peserta untuk menyampaikan pesan edukatif dengan cara yang menarik dan efektif.


Meskipun diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai daerah, Aprillicia mampu menunjukkan performa terbaiknya berkat dukungan penuh dari pihak sekolah. SMATAG Surabaya dikenal aktif memberikan ruang bagi siswanya untuk berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga di bidang nonakademik. Dukungan itu pun dirasakan langsung oleh Aprillicia selama mengikuti ajang bergengsi ini.


“Sekolah sangat membantu saya, mulai dari biaya, doa, sampai dukungan moral. Guru-guru dan kepala sekolah sangat mendukung, terutama Pak Robert yang banyak membimbing saya selama proses seleksi,” ujar murid kelas XI tersebut.


Diakui Aprillicia, sempat muncul rasa ragu saat melihat kemampuan peserta lain dari luar daerah. Namun, ia berpegang pada prinsip bahwa setiap usaha layak diapresiasi. Ketika namanya diumumkan sebagai salah satu finalis nasional, ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut.


“Saya tahu di luar sana pasti banyak yang lebih hebat, tapi saya tetap berusaha dan bersyukur bisa sampai di titik ini. Saat mendengar nama saya masuk Top 20, saya benar-benar kaget dan terharu,” imbuhnya.


Pengalaman itu menjadi titik balik bagi Aprillicia untuk lebih memahami isu penyalahgunaan narkoba. Ia mengaku banyak memperoleh pengetahuan baru tentang berbagai jenis narkoba serta faktor penyebab seseorang bisa terjerumus dalam penyalahgunaannya. Hal tersebut membuatnya semakin peka terhadap kondisi sosial dan termotivasi untuk berperan aktif dalam kegiatan positif di sekolah.


“Saya ingin terus berkembang dan mencoba banyak hal selagi masih di SMATAG Surabaya,” tutupnya dengan bangga.


Saat ini, Aprillicia tengah mempersiapkan diri mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bidang cipta lagu, sekaligus berencana melanjutkan kiprahnya di ajang duta pelajar lainnya. Prestasi Aprillicia mencerminkan pembinaan karakter di SMATAG Surabaya, yang menilai keberhasilan siswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari keberanian berkarya dan memberi dampak positif bagi lingkungan. (Gisela)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\