Arsitektur Untag Bahas Kebijakan Kota Surabaya

  • 28 April 2026
  • 26

Isu perkotaan tidak hanya berkaitan dengan desain, tetapi juga kebijakan dan dinamika sosial yang menyertainya. Hal ini menjadi fokus dalam kuliah tamu bertema “Merawat Ruang Kota: Membedah Kebijakan Perkotaan dan Permukiman Kota Surabaya” yang diselenggarakan Program Studi Arsitektur Untag Surabaya pada Jumat, 24 April 2026 di Ruang Auditorium Lt. 6 Gedung R. Ing Soekonjono Untag Surabaya.


Inisiatif ini digagas Prodi Arsitektur Untag Surabaya bekerja sama dengan Laboratorium Permukiman, Perancangan Kota, dan Lanskap sebagai wadah kolaboratif antara akademisi dan praktisi dalam membahas isu strategis perkotaan, khususnya di Kota Surabaya.


Ketua pelaksana, Khoudiy Iffiyah, S.Ars., M.Ars., menjelaskan bahwa pelaksanaan kuliah tamu ini bertujuan mendukung proses pembelajaran, terutama pada mata kuliah Analisis Perkotaan dan Permukiman. Menurutnya, pendekatan langsung dari praktik lapangan penting agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa untuk melihat kota tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga dari sisi kebijakan dan sosial, serta bagaimana peran calon arsitek dalam merawatnya,” ujarnya (24/4)


Narasumber yang dihadirkan adalah praktisi Pemerintah Kota Surabaya, Dr. Agus Imam Sonhaji, S.T., M.MT., yang memiliki pengalaman dalam perencanaan, pengambilan kebijakan, hingga implementasi program di bidang perkotaan dan permukiman. Kehadirannya merupakan tindak lanjut kerja sama antara Untag Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya.


Acara ini dipandu oleh Dr. Ir. Ar. R. A. Retno Hastijanti, M.T., IPU., IAI., APEC Eng. selaku Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, yang turut memaparkan hasil riset terkait perancangan ruang publik sebagai bentuk nyata merawat ruang kota.


Salah satu poin yang diangkat adalah perancangan ruang publik berbasis riset yang melibatkan pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat. Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan strategi dalam merawat ruang kota, sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan analisis kritis berbasis studi kasus lapangan.


Melalui kuliah tamu tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga diharapkan memiliki kepekaan terhadap isu perkotaan dan permukiman. Momentum ini sekaligus menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk mengkaji serta merawat ruang kota secara berkelanjutan. (Aura)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\