Burnout di Usia 20-an: Kenapa Banyak yang Alami?

  • 14 Juli 2025
  • Fahmi
  • 1304

Berada di usia 20-an. Tekanan untuk segera mencapai kesuksesan di awal karier, rasa takut gagal, serta kebiasaan overthinking tentang masa depan menjadi pemicu utama. Banyak anak muda merasa harus terus berlari mengejar standar kesuksesan, baik yang ditetapkan oleh diri sendiri maupun lingkungan sosial, hingga lupa menjaga kesehatan fisik dan mentalnya.




Tak hanya soal ambisi karier, beban multitasking seperti bekerja sambil kuliah atau menjalankan side hustle juga turut memperparah kondisi ini. Waktu istirahat dan olahraga kerap dikorbankan demi menyelesaikan berbagai target yang menumpuk. Kondisi ini diperburuk dengan fenomena FOMO (fear of missing out) yang membuat seseorang terdorong untuk terus aktif agar tak tertinggal dari teman seumuran, meski tubuh dan pikirannya mulai kelelahan.




Jika dibiarkan tanpa penanganan, burnout dapat berdampak serius. Selain menurunnya produktivitas, kondisi ini dapat memicu gangguan kesehatan fisik, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Generasi muda yang semestinya berada di masa paling produktif justru bisa terjebak dalam siklus kelelahan kronis yang sulit diputus.




Kabar baiknya, burnout bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Beberapa cara yang bisa mulai diterapkan adalah memprioritaskan waktu tidur yang cukup, melakukan olahraga ringan seperti jalan pagi atau yoga, serta belajar berkata “tidak” pada pekerjaan atau aktivitas yang melebihi kapasitas diri. Melepas tekanan sosial dan menerima bahwa tidak harus selalu produktif setiap saat juga merupakan bagian penting dari proses pemulihan.




Selain itu, penting untuk menyediakan ruang berbicara baik dengan orang terdekat maupun tenaga profesional—jika merasa kewalahan. Meluangkan waktu khusus untuk me time tanpa gangguan gadget juga bisa membantu menyegarkan pikiran. Langkah-langkah kecil ini berperan besar dalam menjaga keseimbangan hidup, memperbaiki kualitas kesehatan mental, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan hidup dengan lebih tenang dan sadar diri.



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Fahmi

Reporter

\