Digital Burnout: Kenapa Kita Capek Padahal Cuma Scroll?

  • 23 September 2025
  • 1163

Banyak mahasiswa dan remaja mengaku lelah meski hanya scrolling media sosial atau menonton video berjam-jam. Fenomena ini dikenal sebagai digital burnout, yakni kelelahan mental dan fisik akibat paparan layar berlebihan.




Data We Are Social (2024) mencatat rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari di depan layar, sebagian besar untuk media sosial. Tak heran, rasa capek tanpa sebab jelas kini kian umum dialami anak muda.




Digital burnout berbeda dari kelelahan fisik biasa. Menurut American Psychological Association (APA), gejalanya meliputi sulit konsentrasi, mata cepat lelah, tidur terganggu, hingga mood swing. Mahasiswa sering merasakannya saat belajar daring atau binge-watching tanpa henti.




Penyebab utama fenomena ini adalah information overload. Riset Stanford University (2021) menunjukkan otak manusia kesulitan memproses notifikasi dan konten instan yang terus muncul. Kondisi ini membuat otak bekerja ekstra seperti multitasking berjam-jam tanpa henti.




WHO merekomendasikan screen time hiburan maksimal 2 jam per hari di luar aktivitas akademik. Namun kenyataannya, mahasiswa Indonesia bisa menghabiskan 5–8 jam untuk hiburan. Jika tidak dikelola, digital burnout berpotensi menurunkan produktivitas, mengganggu kesehatan mental, dan merusak kualitas hidup. (Ivan)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\