Anggota Pembina Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Drs. Djarot Saiful Hidayat, M.S., menegaskan bahwa lulusan Untag Surabaya tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga nilai patriotisme dan karakter pejuang untuk menghadapi tantangan global.
Dalam Rapat Terbuka Senat Universitas pada Wisuda ke-131 Untag Surabaya, Djarot mengingatkan wisudawan bahwa gelar akademik adalah awal dari perjalanan baru. “Kalian bukan hanya lulus dengan selembar ijazah, tetapi membawa nilai yang lebih berharga: karakter pejuang dan patriotisme,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Ia menekankan bahwa Untag Surabaya membentuk lulusan yang disiplin, kerja keras, kreatif, inovatif, jujur, dan berintegritas, sebagaimana termaktub dalam makna mendalam lagu Indonesia Raya Tiga Stanza. Menurutnya, lulusan harus menghadirkan solusi atas persoalan bangsa, bukan sekadar mengejar kepentingan pribadi.
Djarot juga mengapresiasi capaian Untag Surabaya, mulai dari peringkat nasional yang meningkat, pengembangan program studi baru, publikasi ilmiah yang bertambah, hingga keberhasilan meraih akreditasi unggul BAN-PT serta sertifikasi internasional.
“Pencapaian ini bukan akhir, tetapi awal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan era industri dan teknologi menuntut lulusan adaptif, terampil, dan berjiwa wirausaha. “Jadikan gelar ini awal perjalanan baru. Jadilah agen perubahan, pemimpin jujur, pejuang, dan pribadi yang bangga akan bangsa. Jangan pernah berhenti belajar,” pesan Plt. Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 tersebut.
Menutup sambutan, Djarot mengajak wisudawan menjadi duta Untag Surabaya di manapun berada. “Masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Selamat bekerja dan berkarya!” pungkasnya (Boby)