Perjalanan panjang pendirian Fakultas Kedokteran (FK) Untag Surabaya selama tujuh tahun akhirnya berbuah manis. Pada 9 Juli 2025, fakultas ini resmi diluncurkan dan langsung mencuri perhatian berbagai pihak, termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ph.D.
Bagi Emil, kehadiran FK Untag tidak sekadar menandai lahirnya institusi pendidikan baru, melainkan momentum penting dalam upaya mengatasi ketimpangan tenaga medis di Jawa Timur yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Dengan populasi lebih dari 42 juta jiwa, Jawa Timur menghadapi tantangan serius dalam hal distribusi dokter, terutama spesialis. FK Untag Surabaya, menurut Emil, datang pada waktu yang tepat, membawa harapan baru dalam mencetak tenaga medis yang bukan hanya andal, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian tinggi terhadap bangsa.
FK Untag Surabaya dirancang untuk membentuk dokter-dokter yang tidak hanya kompeten secara akademik, namun juga menjunjung tinggi semangat nasionalisme dan kepedulian terhadap masyarakat. Komitmen tersebut mendapat apresiasi langsung dari Emil yang hadir dan memberikan sambutan dalam acara peresmian.
“Kita harapkan misi dari FK Untag Surabaya ini akan melahirkan dokter-dokter patriotik yang siap mengabdi, baik di kota besar maupun pelosok negeri,” ungkap Emil dalam sambutannya (9/7)
Ia menekankan pentingnya pendidikan kedokteran yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, tidak hanya di ruang kuliah, tetapi juga dalam praktik lapangan.
FK Untag Surabaya Menjawab Kebutuhan Mendesak Kesehatan Jawa Timur
Saat diwawancarai, Emil secara gamblang menyebutkan bahwa Provinsi Jawa Timur, dengan lebih dari 42 juta penduduk, masih menghadapi tantangan serius dalam hal distribusi dan ketersediaan dokter, terutama spesialis dan subspesialis.
“Banyak rumah sakit tipe C ingin naik ke tipe B tapi terkendala karena minimnya tenaga spesialis. Bahkan ada puskesmas dengan beban pasien tinggi yang seharusnya sudah ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D. Ini bukan hal yang bisa ditunda lagi,” jelasnya
Menurut Emil, langkah FK Untag Surabaya sangat strategis karena menjawab kebutuhan riil di lapangan, sekaligus menyiapkan kader-kader medis yang tidak hanya kompeten, tapi juga memiliki semangat pengabdian.
FK Untag Surabaya lahir dari proses panjang selama tujuh tahun, dibangun dengan semangat konsistensi Catur Dharma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan patriotik.
Pelopor Pendidikan Nasionalis di Bidang Kedokteran
Lebih dari sekadar institusi akademik, FK Untag Surabaya hadir sebagai simbol harapan baru. Kampus yang dikenal dengan warna merah putih ini menegaskan kembali jati dirinya sebagai pelopor pendidikan nasionalis yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Melalui kurikulum yang mengintegrasikan kompetensi medis dan nilai patriotisme, FK Untag Surabaya tidak hanya akan mencetak dokter, tetapi penjaga napas bangsa, tenaga kesehatan yang peka terhadap tantangan masyarakat dan siap mengabdi di mana pun dibutuhkan.
“Proses mencetak dokter memang tidak bisa instan. Tapi kalau tidak kita mulai dari sekarang, maka ketertinggalan akan terus melebar. FK Untag Surabaya hadir di momen yang sangat tepat,” tutup Emil (Boby)