FK Untag Surabaya Hadir, dr. Reisa: Ini Kontribusi Besar untuk Kesehatan

  • 11 Juli 2025
  • 3209

Kehadiran Fakultas Kedokteran (FK) Untag Surabaya menarik perhatian dr. Reisa Broto Asmoro, dokter sekaligus figur publik yang dikenal luas di masyarakat. Dalam kunjungannya ke peresmian FK Untag Surabaya, ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap langkah Untag Surabaya dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya terkait isu pernapasan.


“Karena memang kita masih kekurangan dokter di Indonesia, jadi kalau ada fakultas kedokteran yang bisa menghasilkan dokter, tentu sangat membantu masyarakat,” ujar dr. Reisa saat wawancarai usai peresmian kegiatan (9/7)


Bagi dr. Reisa, pendirian FK Untag Surabaya bukan sekadar menambah jumlah tenaga medis. Ia menilai, fokus khusus fakultas ini pada sistem pernapasan merupakan langkah tepat dan relevan dengan situasi kesehatan saat ini, terutama pascapandemi.


“Kita ini negara tropis yang padat penduduk. Penyakit infeksi saluran pernapasan masih tinggi, apalagi di daerah seperti Surabaya dan Jawa Timur. Pneumonia, misalnya, masih menjadi beban nyata. Jadi saya sangat senang FK Untag Surabaya punya perhatian khusus pada sistem pernapasan,” jelasnya.


Pendidikan Kedokteran dengan Dampak Sosial Nyata


Menurut dr. Reisa, pendidikan kedokteran tidak hanya tentang capaian akademik, tetapi juga sarana pengabdian sosial yang penting. Ia menyoroti ketimpangan distribusi tenaga medis yang masih terjadi di Indonesia.


“Sekarang kita baru di angka 0,4 dokter per 1.000 penduduk. Standar WHO seharusnya 1 per 1.000. Dan dari yang 0,4 itu, sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa,” jelasnya. 


Ia berharap FK Untag Surabaya dapat menghasilkan dokter-dokter muda yang bersedia mengabdi di daerah-daerah yang selama ini minim layanan kesehatan, khususnya di luar Jawa.


FK Untag Surabaya: Inovasi, Akses, dan Kepedulian


Identitas FK Untag Surabaya dibentuk dari semangat inovasi dan kepedulian terhadap isu-isu kesehatan yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia. Fokus pada sistem pernapasan tidak hanya mencerminkan kebutuhan medis nasional, tetapi juga mencerminkan semangat inovatif dan kepedulian sosial institusi.


Dengan komitmen terhadap pendidikan berkualitas yang dapat diakses lebih luas, FK Untag Surabaya tak hanya mencetak tenaga medis, tapi juga membentuk agen-agen perubahan yang siap terjun langsung ke masyarakat.


“Bagi saya, inisiatif seperti ini bukan sekadar langkah akademik, tapi sebuah kontribusi nyata untuk masa depan kesehatan Indonesia,” tutup dr. Reisa (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\