FT Untag Surabaya Gandeng Xinau, Kupas Teknologi Fiber Optic di Era Digital

  • 29 Juli 2025
  • 3101

Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (Sistekin) serta Teknik Informatika, Fakultas Teknik Untag Surabaya menggelar workshop “Speak Digital by Xinau: Upgrade Skills, Rule the Future”. Workshop ini yang mengangkat tema besar seputar pengenalan teknologi fiber optic dan peluangnya di era transformasi digital.


Acara berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2025, di Auditorium R. Soeparman Hadi Pranoto, Gedung Graha Wiyata Lantai 9 Untag Surabaya. Kegiatan dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Untag Surabaya sebagai penegas semangat nasionalisme dan integritas institusi.


Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Teknik Untag Surabaya dan Xinau, sebuah institusi pelatihan teknologi praktis yang berfokus pada peningkatan keterampilan siap kerja. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Xinau, Bimelina Oetomo, Kaprodi Sistekin Untag Surabaya Yusrida Muflihah, S.Kom., M.Kom. Kaprodi Teknik Informatika Untag Surabaya Aidil Primasetya, S.ST., MT, serta pemateri utama, Praja Saputra, seorang RnD dan Project Specialist di bidang jaringan dan fiber optic.


“Semoga kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa, memperluas wawasan mereka, dan mempersiapkan mereka menghadapi industri,” ujar Aidil Primasetya (26/7)


Sementara itu, Bimelina Oetomo mengapresiasi Untag Surabaya sebagai kampus pertama dalam rangkaian roadshow pelatihan Xinau.


“Untag Surabaya sangat terbuka, dan kami sudah menjalin kerja sama selama kurang lebih dua tahun. Mahasiswa Untag Surabaya dibimbing untuk tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap secara praktikal,” jelasnya (26/7)


Ia menegaskan bahwa Xinau hadir sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia praktisi, guna membantu mengurangi kesenjangan keterampilan antara lulusan dan kebutuhan industri nyata.


Senada dengan hal tersebut, Yusrida Muflihah, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa meskipun jaringan bukan fokus utama pembelajaran di Prodi Sistekin, penting bagi mahasiswa untuk mengenal teknologi fiber optic sejak dini.


“Mahasiswa kami banyak berasal dari SMK jaringan, dan saat ini kebutuhan akan kompetensi di bidang fiber optic cukup tinggi. Workshop ini memberikan dasar yang penting agar mereka siap secara keilmuan ketika lulus nanti,” ujar Yusrida (26/7)


Dalam workshop ini, peserta disuguhi topik-topik terkini seperti dasar-dasar fiber optic, inovasi desain jaringan FTTH (Fiber to The Home), hingga peluang usaha berbasis jaringan fiber optic di era digital. Materi disampaikan secara aplikatif dan selaras dengan kebutuhan industri.


Sebagai pemateri utama, Praja Saputra yang selama ini menangani pelatihan fiber optic untuk kalangan profesional, menyampaikan bahwa ini adalah kali pertamanya berbagi materi secara langsung kepada mahasiswa.


“Biasanya peserta saya adalah pemilik bisnis ISP atau profesional di bidang telekomunikasi. Tapi kali ini saya senang bisa berbagi dengan mahasiswa, karena ilmu ini seharusnya juga bisa diakses lebih awal oleh mereka. Supaya saat lulus, mereka tidak ‘buta arah’ di dunia kerja,” tuturnya (26/7)


Ia juga menekankan pentingnya peran fiber optic sebagai fondasi infrastruktur digital.


“Anda bisa buat aplikasi secanggih apapun, tapi tanpa jaringan, tanpa internet, semua itu tidak bisa berjalan. Di sinilah peran vital fiber optic,” tegasnya


Praja juga berpesan agar mahasiswa mulai membuka diri untuk magang di industri telekomunikasi bahkan sebelum masa magang formal dimulai.


Workshop ini bukan hanya menjadi sarana pembelajaran teknologi fiber optic, tetapi juga memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri, membuka peluang karier, serta meningkatkan daya saing lulusan di tengah transformasi digital global.  (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\