Google Perkuat Drive dengan AI, Cegah Ransomware Serang Data Pengguna

  • 08 Oktober 2025
  • 111

Google kembali menghadirkan inovasi keamanan berbasis Artificial Intelligence (AI) pada aplikasi Drive for Desktop. Fitur terbaru ini dirancang untuk mendeteksi aktivitas ransomware dan menghentikan sinkronisasi file secara otomatis sebelum kerusakan menyebar ke penyimpanan cloud.


Dilansir dari Antara News, AI pada Google Drive for Desktop kini mampu menghentikan proses sinkronisasi file ketika mendeteksi adanya tanda-tanda serangan ransomware. Pengguna pun dapat dengan mudah memulihkan dokumen yang terdampak hanya dalam beberapa langkah sederhana, tanpa perlu menggunakan alat tambahan.


“Deteksi dan intervensi berbasis AI di Google Drive for Desktop mampu mengidentifikasi ciri utama serangan ransomware, yaitu upaya untuk mengenkripsi file secara massal, lalu dengan cepat melakukan intervensi untuk menciptakan semacam ‘balon pelindung’ di luar file pengguna sebelum serangan menyebar dengan menghentikan sinkronisasi file ke cloud secara otomatis,” ujar Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia, Selasa(30/9).


Cara Kerja dan Ketersediaan Fitur


Fitur keamanan ini bekerja dengan memanfaatkan pembelajaran mesin (machine learning) untuk menganalisis pola aktivitas file di Drive for Desktop. Ketika sistem menemukan perilaku mencurigakan, seperti enkripsi massal, perubahan mendadak pada format file, atau peningkatan aktivitas tulis yang tidak biasa, AI akan segera menghentikan proses sinkronisasi antara komputer dan cloud.


Setelah itu, pengguna akan menerima notifikasi peringatan melalui aplikasi desktop maupun email. Mereka bisa langsung memilih opsi pemulihan file (file recovery) untuk mengembalikan dokumen ke versi sebelum terinfeksi. Proses ini dapat dilakukan langsung di antarmuka Google Drive, tanpa memerlukan software pihak ketiga.


Google menegaskan, fitur deteksi ransomware berbasis AI ini bukan pengganti antivirus, melainkan lapisan pertahanan tambahan yang berfungsi mencegah penyebaran kerusakan data ke cloud. Sistem ini dirancang agar dapat bekerja berdampingan dengan solusi keamanan endpoint yang telah dimiliki pengguna maupun organisasi.


Tersedia untuk Pengguna Workspace dan Umum


Saat ini, fitur deteksi ransomware dengan intervensi otomatis tersedia dalam tahap uji coba (open beta) untuk pengguna Google Workspace di sistem operasi Windows dan macOS. Administrator organisasi dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini melalui konsol admin, menyesuaikan dengan kebijakan keamanan masing-masing.


Sementara bagi pengguna Google Drive pribadi (non-Workspace), Google sudah menyediakan fitur pemulihan file agar pengguna dapat mengembalikan dokumen ke versi sebelum terinfeksi. Namun, fitur deteksi otomatis dan penghentian sinkronisasi baru akan diluncurkan secara bertahap.


Komitmen Google Perkuat Keamanan Data


Langkah ini menjadi bukti komitmen Google dalam memperkuat perlindungan data pengguna di tengah meningkatnya ancaman siber global. Serangan ransomware kini tak hanya menargetkan perusahaan besar, tetapi juga pengguna individu dengan modus penyanderaan data pribadi.


Melalui inovasi berbasis AI ini, Google tidak hanya menawarkan kemudahan penyimpanan, tetapi juga keamanan data yang lebih canggih. Terobosan ini mencerminkan arah baru industri teknologi cloud, yang bergerak menuju pertahanan siber berbasis kecerdasan buatan, lebih cepat, adaptif, dan proaktif dalam melindungi pengguna dari ancaman digital yang terus berevolusi. (Dini)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\