HIMANITA Untag Surabaya Jadikan Kampus Ruang Belajar Kewirausahaan yang Sesungguhnya

  • 24 November 2025
  • 33

Dunia kewirausahaan di kalangan mahasiswa semakin berkembang, seiring lahirnya banyak ide bisnis yang dirancang tidak hanya untuk kompetisi, tetapi benar-benar diarahkan untuk diwujudkan. Kampus menjadi ruang percobaan yang penting, tempat mahasiswa belajar menata strategi bisnis, memahami kebutuhan pasar, hingga menakar dampak sosial dari ide yang mereka bawa.


Momentum itu terlihat dalam penyelenggaraan National Business Model Canvas Competition (NBMCC) 2025 oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMANITA) Untag Surabaya, pada 21 November 2025 di Gedung Graha Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani. Memasuki tahun ketiga, kegiatan ini menarik peserta dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Diponegoro, IPB, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, hingga Untag Surabaya sebagai tuan rumah.


Ketua pelaksana, Nova Readyansyah Panjaitan menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai wadah pembinaan calon wirausaha muda yang memiliki kesiapan untuk menciptakan usaha nyata.


“Tujuan utama lomba BMC ini untuk mencetak para entrepreneur-entrepreneur muda. Tahun ini antusiasmenya meningkat dari sebelumnya. Tahun lalu hanya ada 10 tim, sedangkan sekarang mencapai 15–20 tim dari berbagai kampus,” jelas mahasiswa angkatan 2023 tersebut


Semangat tersebut juga terlihat dari perspektif para dewan juri. Salah satu juri, Izzul Latuconsina, owner Dapur Fizzul Surabaya sebuah rumah makan khas Maluku sekaligus alumni Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, menjelaskan bahwa tema kompetisi tahun ini menekankan pada kebermanfaatan bagi masyarakat.


“Tema kegiatan ini adalah kebermanfaatan untuk sesama. Sangat bagus, saya berharap tim-tim ini tekun mengembangkan usahanya, sehingga memberi dampak lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat” ungkap Izzul. (21/11)


Penilaian dilakukan tidak hanya pada kerapian Business Model Canvas, tetapi juga keberlangsungan usaha dan kualitas penyampaian presentasi. Dari proses tersebut, tiga tim berhasil menonjol karena ide bisnis yang dinilai matang, berdampak nyata, dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.


Juara pertama diraih tim Muda Kerja dari Universitas Airlangga, yang dinilai unggul karena mampu menciptakan model usaha yang membuka lapangan kerja bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Juara kedua, Narashion dari IPB, mengembangkan konsep keberhasilan pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk kreatif seperti batik dan pakaian. Sementara juara ketiga, Lactakis dari Untag Surabaya, menawarkan produk ramah ibu menyusui yang dinilai memberikan manfaat besar dari sisi sosial maupun pasar.


Perwakilan tim juara pertama, yang terdiri dari Izzar Alfatih, Putri Wanda, dan Christian Matthew, menjelaskan bahwa ide bisnis mereka berupa platform yang memberdayakan siswa SMK agar memperoleh pengalaman kerja sedini mungkin. Motivasi mereka mengikuti lomba tidak hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga menguji seberapa matang konsep usaha dari perspektif ahli dan praktisi.


“Kami ingin melihat sejauh mana kesiapan bisnis dari sudut pandang juri, sekaligus memperoleh pengalaman dan apresiasi,” ungkap Izzar


Setelah menjuarai kompetisi, tim berencana meneruskan pengembangan produk karena sudah memperoleh pendanaan awal. Mereka melihat peluang besar untuk memperluas pengaruh bisnis ke berbagai wilayah dan institusi.


Semangat untuk mencetak wirausaha muda inilah yang ingin dijaga HIMANITA Untag Surabaya. NBMCC 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar kolaboratif yang mendorong mahasiswa membangun keberanian mengembangkan ide bisnis, menghasilkan inovasi, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\