Gaya Hidup Modern Bikin Anak Muda Rentan Serangan Jantung

  • 21 November 2025
  • 1007

Penyakit jantung kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak kasus serangan jantung yang dialami oleh anak muda dan kelompok usia produktif. Perubahan ini menjadi alarm serius bahwa gaya hidup modern berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung generasi milenial dan Gen Z.


Melansir CNBC dan berbagai sumber kesehatan internasional, tren terbaru menunjukkan bahwa serangan jantung kini banyak ditemukan pada usia 20–30 tahun. Jika dahulu kondisi ini lebih sering menyerang mereka yang berusia di atas 65 tahun, kini 1 dari 5 pasien serangan jantung berusia di bawah 40 tahun. Pergeseran ini menunjukkan peningkatan risiko penyakit jantung yang signifikan pada generasi muda.


Penyebab Risiko yang Meningkat


1. Diabetes

Diabetes tipe 2 menjadi salah satu faktor terbesar meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia muda, karena penderita memiliki risiko dua hingga empat kali lipat lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan memicu penumpukan lemak (aterosklerosis), sementara kondisi ini sering disertai kolesterol dan tekanan darah tinggi. Di Inggris saja, pada 2018 tercatat hampir 7.000 anak dan remaja didiagnosis diabetes tipe 2, kondisi yang berkaitan erat dengan obesitas di mana 34% anak mengalami kelebihan berat badan dan membawanya hingga dewasa.


2. Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi kini juga sering ditemukan pada usia muda. Hampir setengah dari orang dewasa di atas 20 tahun diketahui memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi yang tidak dikontrol dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung dan pembuluh darah. Gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi garam berlebihan, obesitas, kurang olahraga, dan stres menjadi pemicu utama kondisi ini.


3. Rokok dan Vaping

Merokok dan penggunaan vape juga berperan besar dalam meningkatnya risiko penyakit jantung di kalangan muda. Penelitian menunjukkan bahwa merokok satu bungkus sehari dapat menggandakan risiko serangan jantung, tanpa memandang usia. Kandungan nikotin dan bahan kimia lainnya dapat mempersempit pembuluh darah dan menurunkan kadar oksigen dalam darah, membuat jantung bekerja lebih keras.


Tips Mengurangi Risiko Serangan Jantung


Pentingnya gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin untuk menekan angka serangan jantung di usia muda. Berikut langkah-langkah pencegahannya:


• Hindari merokok dan vaping

• Hindari penyalahgunaan obat atau zat terlarang

• Berolahraga secara teratur minimal 30 menit per hari

• Menjaga pola makan seimbang dengan mengurangi gula, lemak, dan garam

• Mengontrol berat badan agar tetap ideal

• Melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengenali gejala dini penyakit jantung, seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar (palpitasi), dan mudah lelah. Jika mengalami gejala tersebut atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, segera konsultasikan ke dokter spesialis jantung.


Fenomena meningkatnya penyakit jantung di usia muda menjadi peringatan penting bagi generasi milenial dan Gen Z untuk lebih memperhatikan gaya hidup mereka. Sebab, penyakit jantung kini tidak lagi hanya menyerang orang tua, tetapi siapa pun yang mengabaikan kesehatannya. (Eka)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

BERITA TERKAIT

Samsung Resmi Rilis Galaxy S 4
  • 15 Maret 2013
  • 8434
Kuliah Di India Murah
  • 19 Maret 2013
  • 8573
\